PEMKO PALANGKA RAYA

Fairid Buka Puasa Bersama Korban Kebakaran Mendawai

128
×

Fairid Buka Puasa Bersama Korban Kebakaran Mendawai

Sebarkan artikel ini
Fairid Buka Puasa Bersama Korban Kebakaran Mendawai
BANTUAN-Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat salurkan bantuan ke korban kebakaran mendawai saat momen silaturahmi buka puasa, Selasa (24/2/2026). FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Belum genap sepekan pascakebakaran yang melanda kawasan Jalan Mendawai, Komplek Sosial, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, suasana Posko Relawan kembali dipenuhi warga. Di tengah duka akibat musibah yang menghanguskan belasan rumah, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama pada Selasa (24/2/2026) sebagai bentuk kebersamaan di bulan Ramadan.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026) lalu itu berdampak pada 23 kepala keluarga (KK) atau 89 jiwa dari dua RT. Sebanyak 16 rumah terdampak, dengan rincian 10 rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan.

Sejak kejadian, posko relawan difungsikan sebagai pusat pendataan dan penyaluran bantuan. Namun sore itu, posko tidak hanya menjadi tempat administrasi, melainkan juga ruang kebersamaan dan saling menguatkan antarwarga pascamusibah.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, hadir bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran rombongan pemerintah tersebut disambut hangat warga yang merasa diperhatikan, terlebih di bulan suci Ramadan.

Fairid tampak duduk bersama warga, menyapa satu per satu dan berbincang santai sambil menunggu azan Magrib. Ia menegaskan, kehadirannya bukan semata untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk silaturahmi dan dukungan moril bagi para korban kebakaran.

“Ini momen Ramadan. Jadi sekalian kita silaturahmi, menjenguk saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran, berbuka puasa bersama sekaligus memberikan bantuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan lanjutan berupa perbaikan rumah akan diberikan dalam bentuk uang tunai dengan besaran yang disesuaikan tingkat kerusakan masing-masing rumah. Untuk rumah rusak berat disiapkan Rp12 juta, rusak sedang Rp7,5 juta, dan rusak ringan Rp5 juta.

“Yang kerusakan berat ya berat, yang sedang ya sedang, yang ringan ya ringan. Semua harus sesuai hasil verifikasi, tidak boleh dibolak-balik,” tegasnya.

Menurutnya, proses verifikasi saat ini masih berjalan dan melibatkan pihak RT, kelurahan, serta instansi terkait. Sembari menunggu proses tersebut rampung, pemerintah tetap menyalurkan bantuan sembako dan santunan guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

“Yang penting kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi sambil menunggu proses verifikasi bantuan lanjutan,” pungkasnya. nws/redfwa