-
PENDIDIKAN

The Art of Kombucha, Inovasi UPR Bekali Guru Biologi Palangka Raya Keterampilan Olah Herba

173
×

The Art of Kombucha, Inovasi UPR Bekali Guru Biologi Palangka Raya Keterampilan Olah Herba

Sebarkan artikel ini
FOTO : Kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “The Art of Kombucha: Mengolah Herba Menjadi Elixir Probiotik Sehat Bersama MGMP Biologi Kota Palangka Raya oleh Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) di SMAN 2 Palangka Raya dan Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UPR.FOTO ISTIMEWA
-
FOTO : Kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “The Art of Kombucha: Mengolah Herba Menjadi Elixir Probiotik Sehat Bersama MGMP Biologi Kota Palangka Raya oleh Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) di SMAN 2 Palangka Raya dan Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UPR.FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemanfaatan tanaman herba tidak hanya berhenti sebagai bahan pangan atau minuman tradisional. Di tangan guru-guru Biologi, herba dapat diolah menjadi media pembelajaran bioteknologi yang inovatif sekaligus menghasilkan minuman probiotik seperti kombucha.

Berangkat dari gagasan tersebut Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “The Art of Kombucha: Mengolah Herba Menjadi Elixir Probiotik Sehat Bersama MGMP Biologi Kota Palangka Raya”.

Ketua kegiatan PKM, Elga Araina, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pelatihan, wawasan, sekaligus keterampilan kepada para guru dalam mengenal dan membuat kombucha berbahan ekstrak herba.

“Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan, wawasan dan keterampilan dalam membuat kombucha,” kata Elga, Minggu (23/8).

Menurutnya, penguasaan keterampilan pembuatan kombucha diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan tambahan bagi guru, tetapi juga dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Melalui praktik langsung, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran bioteknologi yang lebih inovatif, kontekstual dan berkelanjutan. Dengan demikian, materi bioteknologi yang selama ini dipelajari secara teori dapat dihubungkan dengan proses yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Elga menjelaskan, salah satu target utama program tersebut adalah meningkatkan kemampuan MGMP Biologi Kota Palangka Raya dalam membuat kombucha, khususnya dengan memanfaatkan ekstrak herba.

Target tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Palangka Raya, dinas terkait, perguruan tinggi hingga mahasiswa. Dukungan sumber daya manusia dan kolaborasi antarinstansi dinilai penting agar program dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan dalam rentang Juni hingga Oktober 2026 dengan lokasi kegiatan di SMAN 2 Palangka Raya dan Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UPR.

Dalam pelaksanaannya, setiap tahapan diarahkan untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai kombucha sekaligus keterampilan praktik dalam proses pembuatannya.

“Pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada guru-guru MGMP Biologi Kota Palangka Raya mengenai kombucha dan cara membuatnya,” jelasnya.

Adapun materi pelatihan mencakup pengenalan seputar kombucha serta praktik pembuatan kombucha menggunakan ekstrak herba. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan materi pembelajaran bioteknologi yang lebih menarik bagi siswa.

Program ini juga menargetkan terciptanya proses pembelajaran yang tidak sekadar berorientasi pada teori, tetapi memberikan pengalaman praktikum secara langsung. Dengan begitu, siswa nantinya dapat memahami konsep bioteknologi melalui proses yang nyata dan aplikatif.

Melalui The Art of Kombucha, pemanfaatan herba diharapkan tidak hanya menghasilkan produk minuman probiotik, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan pembelajaran bioteknologi di sekolah.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat dikembangkan dari bahan-bahan yang ada di sekitar, selama didukung kreativitas, keterampilan, serta kolaborasi antara guru, perguruan tinggi, pemerintah dan mahasiswa.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tentang tanpa kemiskinan, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Diketahui kegiatan tersebut didanai melalui Dana Hibah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Tahun Anggaran 2026 yang dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. nws/fwa-red

 

-
-
-