-
Hukrim

Kabut Asap Menggila, Sekda P.Raya Soroti Banyak Sengaja Dibakar

207
×

Kabut Asap Menggila, Sekda P.Raya Soroti Banyak Sengaja Dibakar

Sebarkan artikel ini
FOTO : Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak./Anita Widyaningsih
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya dalam dua hari terakhir semakin pekat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai penyebab kebakaran serta efektivitas penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah.

Di tengah memburuknya kondisi udara, spekulasi mengenai adanya pembakaran yang disengaja juga mulai berkembang di tengah masyarakat. Namun, Pemerintah Kota Palangka Raya mengingatkan agar dugaan tersebut tidak langsung disimpulkan tanpa adanya bukti dan pelaku yang berhasil ditemukan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengaku prihatin dengan kondisi kabut asap yang saat ini melanda wilayah kota.

“Iya kita merasa prihatin dengan kondisi kabut asap saat ini melanda kota Palangka Raya, namun tidak dapat berspekulasi semua kejadian sepertinya ada yang membakar namun tidak diketemukan pelakunya,” ujar Arbert pada Tabengan, Minggu (30/8).

Menurutnya, pemerintah kota terus berupaya memaksimalkan penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai unsur. Pemko, kata dia, berperan memfasilitasi aparat bersama masyarakat untuk melakukan pemadaman di lokasi-lokasi kebakaran.

“Peran Pemko memfasilitasi segenap unsur aparat serta swadaya masyarakat turut memadamkan karhutla secara maksimal,” katanya.

Arbert menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencari langkah yang dinilai efektif dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Dengan Forkopimda juga untuk bersama-sama membahas solusi mengatasinya,” ucapnya.

Di sisi lain, maraknya spekulasi masyarakat terkait kemungkinan pembakaran yang disengaja membuat upaya pencegahan di tingkat lingkungan turut menjadi perhatian. Pemerintah kota mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi wilayah masing-masing guna mencegah terjadinya pembakaran yang berpotensi memperparah kabut asap.

Arbert menyebut, imbauan tersebut telah didorong melalui jajaran kecamatan dan kelurahan hingga ke tingkat rukun tetangga (RT).

“Sudah kita dorong melalui surat kepada masing-masing camat, lurah serta RT,” tambahnya.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya kawasan pinggiran kota, dapat berdampak langsung terhadap kualitas udara di pusat Kota Palangka Raya.

Di tengah kondisi kabut asap yang kian pekat, pemerintah tidak hanya dituntut mampu memadamkan api, tetapi juga memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang. Pengawasan di tingkat lingkungan dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu mata rantai penting untuk memutus potensi pembakaran yang kembali memicu karhutla.

Sementara itu, Pemko Palangka Raya bersama aparat dan masyarakat diharapkan terus memperkuat koordinasi di lapangan, terlebih kondisi kabut asap dalam dua hari terakhir telah semakin dirasakan masyarakat. (nws)

 

-
-
-