SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menilai kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) di bidang pendidikan masih harus ditingkatkan.
Terutama dalam meningkatkan angka partisipasi kasar jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan menengah. Serta menurunkan angka melek aksara di kabupaten Kotim, yang menjadi indikator dalam perhitungan indeks pembangunan manusia bersama-sama dengan variabel kesehatan dan ekonomi.
“Namun demikian kita sadar dalam melaksanakan fungsi pendidikan, masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang mempengaruhi upaya mencapai keberhasilannya terutama kesenjangan tingkat pendidikan, sarana prasarana pendidikan,” ujarnya, Selasa (13/9/2022)
Serta yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah kebutuhan tenaga pendidik yang belum mencukupi dengan kompetensi memenuhi standar pelayanan minimal. Serta penyebaran yang tidak merata di kota dan di desa.
Pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan sebagai pilar pengembangan masyarakat Kotim menuju masyarakat madani. Karena pendidikan merupakan investasi langsung terhadap pengembangan SDM dan investasi tak langsung pada proses produksi yang memiliki peranan penting dalam pembangunan daerah secara holistik.
Selain itu, ia juga menyampaikan jika kekurangan guru masih melanda di wilayah Kotim. Terutama di desa-desa yang berada jauh di perkotaan. Sehingga sebagian sekolah memilih meangkat tenaga honor sekolah yang gajinya sedikit bahkan ada yang di bawah Rp500 ribu.
“Hal ini menjadi perhatian khusus Pemkab Kotim untuk diatasi. Kekurangan guru di Kotim memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita,” ucapnya.
Bahkan untuk mengatasi kekurangan guru tersebut, lanjutnya, pihaknya mengangkat tenaga kontak. Dimana secara bertahap supaya dapat memenuhi kebutuhan di sekolah-sekolah sambil berharap ada pengangkatan CPNS dan PPPK untuk formasi tenaga pendidikan. Meskipun begitu hingga saat ini jumlah guru yang ada masih belum menutupi kekurangan yang terjadi. Terlebih ada keterbatasan anggaran untuk mengangkat tenaga kontrak.
“Mudah-mudahan kedepan kebutuhan guru bisa terus berkurang sehingha pendidikan di Kotim terus menjadi lebih baik,” harapnya. (C-May)











