PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – KM Satya Kencana III yang karam di dermaga Pelabuhan Panglima Utar Kumai, 19 Oktober 2022, akhirnya bisa dilakukan proses penegakan, yang kemudian akan dilakukan proses pengapungan. Kepala Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kumai Agus Supriyanto mengatakan, pasca karamnya KM Satya Kencana III, pihaknya menyerahkan proses evakuasi kepada pihak PT Three G Diving.
Prosesnya sangat panjang karena mengalami beberapa kendala, dan akhirnya kapal pun saat ini telah berhasil ditegakkan. “Pada hari Sabtu (26/11), akhirnya KM Satya Kencana III bisa ditegakkan tepatnya pada pukul 19.45 WIB, akan tetapi posisi kapal belum bisa mengapung,” Kata Agus Supriyanto kepada Tabengan, Senin (28/11).
Agus juga menerangkan, pada hari Minggu (27/11), setelah posisi kapal tegak, di lanjutkan dengan Penataan drum-drum pengapung ke atas kapal, serta pengaturan external buoyancy pada keliling kapal untuk tahap awal pengapungan kapal. Selain itu juga dilanjutkan dengan pengangkatan pintu pintu kedap, manhole untuk modifikasi di darat.
“Pada hari Senin (28/11) rencananya dilanjut pengaturan external buoyancy untuk tahap awal pengapungan, kemudian penyisiran lubang-lubang air dalam kapal, dan Prepare setting alat juga dilanjutkan pemasangan modifikasi pintu pintu kedap oleh penyelam,” ujar Agus Supriyanto.
Dalam proses menegakkan KM Satya Kencana III, dibutuhkan lebih dari 1.000 drum dan 45 profil tank berkapasitas 5.200 liter untuk mengapungkan kapal berbobot lebih 2.000 ton yang karam tersebut. “Saat ini akan dilakukan proses pengapungan sempurna. Oleh PT Three G Diving selaku pihak ketiga yang bertugas melakukan pengapungan kapal, saat ini pihak PT Three G Diving masih berupaya membersihkan bagian lambung kapal dan stabilisasi untuk meningkatkan daya apung (bouyancy),” ujar Agus.
PT Three G Diving juga tengah melakukan pembersihan lambung area kanan kapal. Penambahan eksternal buoyancy pengimbang di lambung kanan dan kiri kapal. Untuk estiamasinya sekitar 2 Minggu. Untuk proses pengapungan dilakukan juga pengisian tekanan angin ke alat pengapung, serta melakukan pemasangan jangkar tambahan agar kapal tidak terbawa arus.
“Penambahan support jangkar pada sisi kiri kapal sebagai penahan kapal agar tidak larut, serta penyisiran safety area kapal untuk pengapungan. Setelah kapal berhasil berdiri tegak, langkah selanjutnya kapal ini akan digeser mendekat ke arah pelabuhan dengan posisi kapal searah dengan arus sungai,” ujarnya. Kemudian akan dilakukan tahap pengurasan hingga air yang ada di bagian dalam KM Satya Kencana III berhasil dikeluarkan secara keseluruhan. (yuliantini)











