*Eddy Raya Mundur dari Ketum KONI Kalteng
*Anggaran Hibah KONI Rp1,3 Miliar Masih Ditahan Gubernur
*Operasional KONI 2022 dari Dana Talangan Eddy Raya
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Eddy Raya Samsuri mengundurkan diri. Pengunduran dirinya itu disampaikan secara tertulis melalui surat di atas meterai 10 ribu tertanggal 20 Desember 2022.
Pengunduran diri tersebut juga disampaikan kepada wartawan. Mantan Bupati Barito Selatan ini menyampaikan, alasan dirinya mengundurkan diri karena kesibukannya sebagai seorang politisi dan 2023 nanti mulai persiapan diri untuk bisa mengikuti Pilkada.
“Tujuan utamanya adalah saya pengin fokus untuk bisa lebih bekerja, terutama setelah memasuki 2023 ini karena saya juga sebagai orang politik mungkin akan berbenah dan berlari kencang untuk masuk sistem Pemilu di 2024,” kata Eddy Raya, Selasa (20/12).
Dia berterima kasih dan meminta maaf karena di akhir tahun 2022 ini tepatnya 20 Desember, mengundurkan diri menjadi Ketua Umum KONI Provinsi Kalteng. Ini merupakan keputusan yang sudah dirundingkan bersama dengan keluarga maupun pengurus KONI lainnya.
Dengan pengunduran dirinya tersebut, Eddy Raya berharap agar KONI Kalteng bisa lebih bersinergi lagi, mempunyai energi yang baru. Sesuai dengan AD ART mungkin akan ada karteker agar KONI ke depan bisa lebih baik lagi.
Eddy Raya juga meminta maaf kepada seluruh pengurus KONI Kabupaten/Kota se-Kalteng dan Ketua Cabang Olahraga (Cabor), apabila selama ini ada kata dan perbuatan tingkah laku yang membuat mereka tersinggung ataupun ada yang merasa bahwa dirinya terlalu arogan selama memimpin KONI Kalteng.
Selanjutnya, sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART), roda organisasi KONI tetap jalan dengan baik untuk Provinsi Kalteng.
“Salam olahraga untuk teman-teman pengurus dan KONI bisa untuk Porprov 2023 di Kotim bisa tetap eksis dan bisa melaksanakan dengan lancar dan baik. Juga untuk atlet, pelatih, ketua cabor untuk bisa mempersiapkan diri mengikuti PON 2024 Aceh-Sumut dan ini merupakan target kita, agar tetap bisa mencintai dunia olahraga dan tubuh tetap sehat,” pungkas Eddy Raya.
Sementara itu, terkait dengan anggaran, Eddy Raya menyebut untuk 2022 belum diberikan pemerintah, apakah karena kesibukan pemerintah atau lainnya. Eddy Raya memilih untuk tetap berpikir positif bahwa dengan dia mundur ini harapannya KONI berjalan dengan baik dan dana hibah segera mungkin bisa disalurkan ke KONI, sehingga kegiatan olahraga di Kalteng ini berjalan dengan normal lagi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Kalteng Hamka menanggapi mundurnya Eddy Raya sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Kalteng. Dengan pengunduran diri Eddy Raya ini, Hamka mengharapkan program KONI tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Bagus saja, karena kesibukan artinya beliau betul-betul menyadari mungkin ini untuk kemajuan KONI ke depan. Kesibukan beliau, tidak bisa dipaksa, mundur karena kesibukan. Jadi tadi saya katakan bagus itu, biarpun sibuk KONI pun bisa jalan,” imbuh Hamka.
Untuk siapa ketua berikutnya, lanjut Hamka, diserahkan kembali ke mekanismenya, ada AD ART KONI. Selain itu pemerintah tidak ada intervensi siapa pelaksana tugas ketua umum atau ketua umum berikutnya, namun sesuai dengan kemauan para anggotanya.
Tetapi kalau meminta arahan dari pemerintah, tentu meminta yang terbaik untuk bisa memajukan KONI ke depan dan bisa kerja sama hubungan yang baik dengan pemerintah.
Terkait dengan anggaran hibah KONI 2022 yang belum disalurkan pemerintah ke KONI, menurut Hamka, saat ini anggaran tersebut masih ada di Badan Keuangan dan Anggaran, Dispora hanya berupa catatan saja.
“Kalau kami yang pegang uang berarti kami yang keluarkan uang. Dengan mundurnya Eddy Raya, tentu pemerintah akan mempertimbangkan itu harus dikeluarkan, karena itu kan memang sudah dianggarkan pemerintah. Pemerintah itu sudah dari kemarin menganggarkan Rp1,3 miliar, menginginkan untuk kepentingan KONI, tidak ada pemerintah ingin menarik uang itu,” jelas Hamka.
Terkait dengan proses anggaran, Hamka menjelaskan, terlebih dulu ditandatangani Sekda. Kalau sudah ada pernyataan dari Sekda untuk mencairkan, maka Dispora akan mencairkannya, tidak akan sulit. Namun sampai sekarang ini anggaran KONI masih belum disalurkan.
Dalam pencairan anggaran pun, lanjut Hamka, tidak sembarang mencairkan, harus ada laporan kepada pimpinan, kerja sama dengan pemerintah. Namun selama ini pengurus KONI dinilai tidak melakukan hal tersebut dengan pemerintah provinsi, tidak ada pertemuan-pertemuan dan harus melaporkan apa saja kegiatannya.
“Pak Gubernur kan nanya kamu diberikan dana sekian apa saja penggunaannya, tidak bisa langsung, harus ada laporan-laporan,” pungkas Hamka.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Kalteng Christian Sancho menyampaikan, setelah ada pernyataan ketua umum mundur dari KONI, dirinya belum terima bukti fisiknya. Setelah menerima surat, selanjutnya mengikuti mekanisme berdasarkan pasal 29 ART dan Peraturan Organisasi (PO) KONI.
“Apabila ketua umum mengundurkan diri, beliau memberikan surat tertulis kepada kami, menindaklanjuti surat pengunduran diri itu, kita laksanakan rapat pleno di internal pengurus KONI Kalteng. Rapat pleno itulah kita mengusulkan ke KONI Pusat siapa Pelaksana tugasnya untuk melanjutkan tugas keseharian dari ketua umum yang mundur, sambil mempersiapkan Musorprovlub,” jelas Sancho. yml












Ngga mengundurkan diri dana ngga di cairkan pemerintah wkwlkwkw
Pemerintah menahan dana anggaran sampai akhir tahun , pemimpin yang lucu 🤣