Spirit Kalteng

PASKAH KEBANGSAAN-Satukan Umat di Tengah Keberagaman dan Perbedaan

32
×

PASKAH KEBANGSAAN-Satukan Umat di Tengah Keberagaman dan Perbedaan

Sebarkan artikel ini
PASKAH KEBANGSAAN-Satukan Umat di Tengah Keberagaman dan Perbedaan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Paskah atau peringatan meninggalnya Yesus Kristus di kayu salib, merupakan salah satu yang sangat dinantikan oleh umat kristiani. Perjalanan Yesus membawa kayu salib ke bukit tengkorak, disalibkan, mati dan kemudian dikuburkan, adalah alur yang harus ditempuh Yesus untuk menebus manusia dari dosa.

Ketua Panitia Paskah Kebangsaan Thoeseng TT Asang mengatakan, kematian Yesus di kayu salib adalah penebusan akan dosa manusia. Peringatan akan penebusan inilah yang akan coba digelar dalam bentuk yang sedikit berbeda. Umumnya, paskah digelar dengan kebaktian subuh di pekuburan. Kali ini, paskah dilaksanakan dengan nama Paskah Kebangsaan dengan tujuan menyatukan seluruh kalangan.

Thoeseng menyampaikan, di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak semua kita mengetahui ada berbagai suku yang ternyata adalah nasrani. Mungkin, sebelumnya mengetahui memang ada berbagai suku, namun bukan nasrani. Sekarang inilah momentum bagi seluruh masyarakat Kalteng, untuk dapat saling mengenal bahwa di Kalteng terdapat berbagai suku yang ternyata nasrani.

“Contoh, tidak semua orang tahu di Kalteng ada orang Lombok yang beragama nasrani. Ataupun yang berasal dari luar pulau Kalimantan dan Jawa, berada di Kalteng tapi beragama nasrani. Paskah Kebangsaan inilah yang akan menjadi wadah untuk menyatukan semua umat dengan berbagai keberagaman, dan juga perbedaan,” kata Thoeseng, saat menyampaikan persiapan kegiatan Paskah Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada 1 April 2023 mendatang, Rabu (8/3).

Bersamaan dengan momentum paskah dan gelaran Paskah Kebangsaan, lanjut Thoeseng, mengajak seluruh masyarakat terkhusus nasrani untuk dapat menyukseskan pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang. Sukseskan pemilu 2024 dengan tidak menggunakan politik identitas. Kalteng tidak boleh tercemar ataupun terprovokasi dengan adanya politik yang mengandung SARA dalam pemilu.

Momentum Paskah Kebangsaan, tegas Thoeseng, menolak dengan tegas adanya politik identitas di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Kalteng. Tidak saja masalah politik identitas, Paskah Kebangsaan juga menjadi momen untuk melawan segala macam sikap dan sifat yang bersifat radikalisme.

Paskah Kebangsaan, ungkap Thoeseng, memang diisi oleh berbagai jenis lomba maupun seminar. Puncak kegiatan ditutup dengan ibadah bersama, yang rencananya ada komitmen bersama menolak radikalisme dan juga politik identitas. Tokoh-tokoh Kalteng akan diundang dalam Paskah Kebangsaan ini, sebagai bentuk dukungan bersama menjaga Kalteng. ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *