Spirit Kalteng

Ekspor Non Migas Kalteng Turun 6,87 Persen

19
×

Ekspor Non Migas Kalteng Turun 6,87 Persen

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA TURUN- Eko Marsoro saat memberikan paparan Berita BPS, Selasa (2/5).

PALANGKA RAYA./TABENGAN.CO.ID Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng) Eko Marsoro menjelaskan, komoditas ekspor Kalteng pada Maret 2023 keseluruhan merupakan komoditas non migas dengan nilai mencapai US$468,29 juta atau mengalami penurunan sebesar 6,87 persen dibanding Februari 2023 (US$502,82 juta). Total volume ekspor Kalteng pada Maret 2023 mengalami peningkatan sebesar 0,95 persen dibanding Februari 2023.

Disebutkan Eko, nilai ekspor hasil tambang memiliki kontribusi paling besar (85,09 persen) terhadap total nilai ekspor Kalteng pada Maret 2023. Jika dibandingkan dengan Februari 2023, nilai ekspor hasil tambang mengalami penurunan sebesar US$24,97 juta (5,90 persen).

Komoditas utama ekspor hasil tambang di antaranya batu bara, lignit, bijih zirkonium, bijih seng, dan bijih timbal yang merupakan komoditas tambang utama hasil tambang Kalteng.

“Sementara itu, nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalteng pada Maret 2023 mencapai US$66,07 juta dan memberi kontribusi sebesar 14,11 persen terhadap total nilai ekspor. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami penurunan senilai US$12,26 juta (15,65 persen). Komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan di antaranya minyak kelapa sawit, emas bongkahan, kayu log, asam distilat kelapa sawit, dan karet,” kata Eko Marsoro, Selasa (2/5).

Secara kumulatif, lanjut Eko Marsoro, nilai ekspor Kalteng mengalami peningkatan sebesar 20,34 persen, dari US$1.221,12 juta (Januari-Maret 2022) menjadi US$1.469,49 juta (Januari-Maret 2023). Komoditas utama ekspor Kalteng tahun 2023 secara umum adalah batu bara, minyak kelapa sawit, emas bongkahan, bijih zirkonium, dan kayu log. Secara kumulatif, komoditas ekspor Kalteng tahun 2023 hampir sama dengan tahun 2022.

Selanjutnya, Eko juga menegaskan bahwa komoditas utama ekspor Kalteng pada Maret 2023 adalah batu bara (pada kelompok bahan bakar mineral), minyak kelapa sawit (pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati), bijih zirkonium (pada kelompok bijih, kerak dan abu logam), emas bongkahan (pada kelompok perhiasan/permata) dan kayu log (pada kelompok kayu dan barang dari kayu).

“Dibanding bulan sebelumnya, terjadi penurunan nilai ekspor pada sejumlah kelompok komoditas. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral sebesar US$40,11 juta (turun sebesar 9,67 persen). Sebaliknya, peningkatan nilai ekspor juga terjadi pada sejumlah komoditas. Peningkatan terbesar terjadi pada kelompok bijih, kerak dan abu logam sebesar US$13,78 juta (meningkat 173,77 persen),” ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year on year), kata Eko Marsoro, sejumlah golongan barang mengalami peningkatan nilai ekspor yang cukup tinggi pada Maret 2023. Kecuali kelompok bahan bakar mineral, kelompok bijih, kerak, dan abu logam, kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, dan kelompok karet dan barang dari karet yang mengalami penurunan cukup dalam jika dibandingkan Maret 2022.

Menurut dia, penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral senilai US$51,39 juta (turun sebesar 12,07 persen). Sementara itu, kelompok perhiasan/permata mengalami peningkatan nilai ekspor
terbesar, senilai US$11,42 juta (tidak ada ekspor kelompok komoditas perhiasan/permata pada Maret 2022).

Secara kumulatif, Januari-Maret 2023, ekspor Kalteng didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$1.202,64 juta (81,84 persen dari total nilai ekspor Januari-Maret 2023). Selain itu, kelompok lemak dan minyak hewani/nabati dan kelompok bijih, kerak, dan abu logam memberikan kontribusi masing-masing sebesar 6,07 persen (US$89,22 juta) dan 2,68 persen (US$39,42 juta).

“Jika dilihat perkembangannya, total ekspor secara kumulatif mengalami peningkatan sebesar 20,34 persen, dari US$1.221,12 juta (Januari-Maret 2022) menjadi US$1.469,49 juta (Januari-Maret 2023),” tandasnya. dsn/ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *