Spirit Kalteng

Udara Palangka Raya Kembali Tidak Sehat

35
×

Udara Palangka Raya Kembali Tidak Sehat

Sebarkan artikel ini
TIDAK SEHAT

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Meskipun telah diguyur hujan, namun Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap, Selasa (31/10). Kepala UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Ahmad Riadi juga mengonfirmasi, saat ini kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali tidak sehat, dengan tingkat pencemaran PM2 mencapai 140.

Menurut Ahmad Riadi, kondisi ini terjadi sejak Minggu (29/10) lalu, dengan konsentrasi tertinggi mencapai 227 mikrogram per meter kubik pada pukul 8 pagi.

“Untuk kualitas udara Kota Palangka Raya kembali ke ISPU dengan kondisi tidak sehat. ISPU kembali ke level tidak sehat sejak hari Minggu malam tanggal 29 Oktober 2023, hingga hari ini,” ujarnya, kepada Tabengan, Selasa sore.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Ahmad Zaini mengatakan, kabut asap tersebut berasal dari kabupaten tetangga bukan dari kota setempat.

“Karena penanganan karhutla selalu teratasi dengan baik berdasarkan info BPBD Kota Palangka Raya. Jadi kabut asap selama dua hari ini bukan berasal dari karhutla di wilayah kita, melainkan dari Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas,” kata Zaini.

Di tempat lain, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Berlianto menjelaskan, sepanjang tahun 2023 telah terjadi 638 kejadian karhutla. Namun, sejak status karhutla di Kota Palangka Raya diturunkan, belum ada kasus titik api atau karhutla yang baru terdeteksi.

Berlianto menyebut hingga saat ini Kecamatan Jekan Raya memiliki kasus karhutla terbanyak dengan jumlah 316 kasus, diikuti Kecamatan Sabangau dengan 225 kasus, Kecamatan Pahandut 91 kasus, Kecamatan Bukit Batu 6 kasus.

“Secara keseluruhan kecamatan yang terdata tersebut, BPBD mendapati total 638 kali kasus karhutla yang membakar 802,18 hektare hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya,” jelas Berlianto.

Untuk itu, Berlianto juga menyampaikan tidak ada penambahan titik karhutla yang baru sejak perubahan status hingga saat ini, namun ada laporan titik api yang lama itu masih timbul. Hal ini dianggap menjadi alasan mengapa kualitas udara kembali menurun.

Pada Senin (30/10), tim BPBD juga sudah turun untuk melihat kondisinya. Dia berharap semoga ke depannya tidak ada penambahan titik api baru lagi, sehingga situasi akan berjalan dengan baik dan kualitas udara kembali sehat.

“Kalau penambahan titik baru tidak ada, hanya asap di tempat yang lama itu yang masih timbul,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, wilayah Tumbang Nusa, Tanjung Taruna dan Pilang Kabupaten Pulang Pisau kembali mengalami karhutla.

“Untuk kejadian di Palangka Raya dan sekitarnya aman terkendali berdasarkan pantauan dan laporan BPBD pada rapat evaluasi sore ini masih ada titik api yang belum pada total di daerah Tumbang Nusa, Tanjung Taruna dan Pilang, Kabupaten Pulang Pisau. Jadi berdasarkan arah angin memang asap bersumber dari kiriman lokasi tersebut,” jelasnya. rba/jef

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *