PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- encana banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi perhatian serius Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.
Untuk meringankan warga terdampak banjir, Jumat (26/1), Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melepas secara resmi penyaluran 100 ribu paket sembako. Kebijakan itu juga diikuti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng dengan mengirimkan 40 tenaga kesehatan (Nakes) ke sejumlah lokasi banjir.
100 ribu paket sembako itu akan didistribusi ke 4 kabupaten di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, seperti Kabupaten Murung Raya (Mura), Barito Utara (Barut), Barito Selatan (Barsel) dan Barito Timur (Bartim). Bantuan 100 ribu paket sembako itu nantinya akan diserahkan kepada 100 ribu Kepala Keluarga (KK) di 4 kabupaten tersebut.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran di sela-sela pelepasan truk distribusi paket sembako di lobi Kantor Gubernur, Jalan RTA Milono, Palangka Raya.
“Hari ini kami memberangkatkan bantuan untuk bencana banjir di DAS Barito dan beberapa titik di daerah tengah dan daerah timur. Hari ini kita berangkatkan untuk menyisir DAS Barito, itu kita berangkatkan paket yang mana keseluruhan paket sembako ini untuk masyarakat yang terdampak banjir, 100 ribu paket untuk 100 ribu KK,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain penyerahan bantuan paket sembako, pihaknya juga memberangkatkan tim pasar penyeimbang, yang bertujuan untuk penanggulangan inflasi.
“Karena putusnya jalan darat menuju Barsel, makanya kita menyediakan pasar penyeimbang untuk penanganan inflasinya, karena tentu akses barang ini pasti terlambat,” jelasnya.
Gubernur menyampaikan, pihaknya juga menyiapkan tim kesehatan yang bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi dan kabupaten.
“Penyaluran bantuan dari Pemprov Kalteng ini diharapkan, dapat meringankan beban yang dialami masyarakat di sekitar, yang diakibatkan oleh banjir,” ujarnya.
Diharapkan dengan bantuan itu masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah, terlebih disituasi sulit saat ini. Lebih lanjut dikatakan, perkembangan banjir di wilayah Kalteng hingga 25 Januari Januari 2024, terdapat di 5 kabupaten, yakni Mura, Barut, Barsel, Kapuas dan Kotawaringin Barat (Kobar). Banjir tersebut berdampak di 26 kecamatan, 194 desa/kelurahan, 67.215 KK dan 218.232 jiwa.
Terpisah, Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada korban terdampak banjir, pihaknya mengirimkan 40 nakes untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada korban terdampak.
“Kalau nakes 1 tim setiap kabupaten itu 10, jadi yang di lapangan 40, ini lagi kami mau tukar. Kita juga harus mempertimbangkan kekuatan teman-teman kita, sehingga rencananya nanti per Senin jadi yang ada kita tarik ganti lagi yang baru,” ujarnya.
Suyuti menyebutkan, sebanyak 4 posko kesehatan disiapkan untuk menghadapi bencana banjir. Namun demikian, posko tersebut juga berkaitan dengan pos dapur umum.
Ia mengungkapkan, posko statis kesehatan sebanyak 4 dan banyak posko mobile. Posko mobile disiapkan banyak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Tergantung kebutuhan lapangan, termasuk menyusur sungai dan sebagainya. Jadi di sisi lain juga tugas kita adalah mengaktifkan ada 72 fasilitas kesehatan terdampak banjir. Tentu akan bermasalah dalam proses pelayanan,” jelasnya.
Pihaknya juga men-support di kabupaten/kota supaya tetap bisa memberikan layanan dengan membantu tenaga atau memfasilitasi di tenda atau di rumah penduduk supaya layanan kesehatan terutama untuk ibu hamil dan anak-anak tetap bisa berjalan dengan bagus.
“Bukan berarti yang lain tidak penting, tetapi kita fokus lansia, anak-anak dan ibu hamil,” pungkasnya. ldw





