SUKAMARA/TABENGAN.CO.ID– Dari 23 sekolah yang menjadi uji petik pemeriksaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tingkat Provinsi Kalteng selama tahun 2023, salah satu temuan terbesar penyalahgunaan dana BOS ada di SMAN 1 Sukamara, Kabupaten Sukamara.
“Jadi yang terbesar itu di SMA Negeri 1 Sukamara, temuan total Rp21 juta penyalahgunaan anggaran. Masalahnya sama, mengenai belum membayar pajak, memakai pembayaran honor untuk ekstrakurikuler dan lainnya. Itu tidak sesuai juknis yang ada,” kata Kepala Inspektorat Kalteng Saring kepada Tabengan di kantornya, baru-baru ini.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sukamara Edy Kasim menyatakan benar adanya bahwa saat uji petik dilakukan, pihaknya memang belum menyelesaikan pembayaran pajak. Namun, tak lama setelah itu, pihaknya sudah menyelesaikannya.
“Kami mengakui bahwa saat uji petik yang dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2023 lalu, kami memang belum menyelesaikan pembayaran pajak tersebut. Akan tetapi setelah itu kami langsung melakukan pembayaran itu dalam bulan yang sama, tepatnya tanggal 20 Oktober 2023. Bahkan sebelum surat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keluar tanggal 23 Oktober 2023. Semua buktinya ada,” kata Edy Kasim di SMAN 1 Sukamara, Senin (10/6).
Edy yang saat itu didampingi Bendahara Sekolah Yulia Sasmita menjelaskan, terkait pembayaran honor ekstrakulikuler tersebut tidak tercantum di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang mereka terima. Namun sayang, mereka tak mau membeberkan berapa jumlah dana BOS yang diterima SMAN 1 Sukamara, karena alasan harus izin Dinas Pendidikan.
“Ada beberapa poin yang terdapat di surat LHP tersebut yang harus kami perbaiki dan selesaikan. Namun, terkait pembayaran honor ekstrakurikuler itu tidak ada dalam Surat LHP yang kami terima. Intinya, semua poin dalam LHP tersebut sudah kami perbaiki dan selesaikan,” tandasnya.
Edy menyatakan, pihaknya akan selalu berbenah dan segera menyelesaikan apabila ada kesalahan-kesalahan yang terjadi serta berharap SMAN 1 Sukamara lebih baik lagi ke depannya.
“Kami akan selalu berbenah dan memperbaiki jika ada kesalahan-kesalahan besar maupun kecil. Kami selalu introspeksi dan memperbaikinya,” ujarnya. c-afd











