-
Ekobis

Penggilingan Daging untuk Pentol Bakso Banjir Orderan

118
×

Penggilingan Daging untuk Pentol Bakso Banjir Orderan

Sebarkan artikel ini
GILING DAGING-Salah satu jasa penggilingan daging sedang menggiling daging pesanan pelanggan di Pasar Besar Palangka Raya, Selasa (18/6).TABENGAN/RAHUL
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sehari setelah Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, usaha penggilingan daging di Kota Palangka Raya banjir orderan. Salah satunya, jasa penggilingan daging yang ada di Pasar Besar. Masyarakat tampak antre untuk menggiling daging.

Pagi itu pengunjung berdatangan dan mengantre sembari membawa kantong plastik berisi daging kurban untuk diserahkan kepada tukang penggiling daging.

Suasana di Pasar Besar tak seramai biasanya karena masih banyak toko yang tutup libur Idul Adha. Hanya satu titik yang cukup ramai didatangi warga Palangka Raya. Mereka sedang menunggu giliran untuk menggiling daging.

Dari pengamatan Tabengan, di tempat penggilingan daging ada 3 orang yang bertugas untuk mengubah daging kurban menjadi bakso atau pentol. Ada yang memisahkan lemak dan jaringan daging lalu memasukkannya ke dalam alat pemotong daging, ada yang sedang mengoperasikan alat pencetak daging menjadi bakso, ada juga yang sedang mendinginkan bakso yang baru saja dicetak.

Warga yang mengantre dengan seksama menyaksikan proses pembuatan daging menjadi bakso. Mereka harus menunggu 30-60 menit sebelum daging yang mereka bawa berubah menjadi bakso.

Momen Lebaran Idul Adha memang identik dengan kuliner olahan daging sapi dan kambing. Mulai dari rendang, sate, hingga bakso daging sapi.

Siti (29) salah seorang warga Palangka Raya yang sedang mengantre di penggilingan daging, mengaku sudah membayangkan bagaimana nikmatnya sensasi mengunyah bakso daging bercampur kuah guring.

“Memang setelah dapat daging kurban kami di rumah berencana mau membuat bakso,” katanya kepada Tabengan, Selasa (18/6).

Siti perlu merogoh kocek Rp40 ribu untuk mengolah satu kilogram daging kurbannya menjadi bakso di penggilingan daging Pasar Besar Palangka Raya.  Harga itu sudah termasuk bumbu-bumbu yang dimasukkan ke dalam bakso. Seperti tepung tapioka, garam, serta bumbu lainnya.

Selain Siti, ada juga Tiara (23) yang tampak begitu semangat menunggu hasil olahan dagingnya menjadi pentol bakso. Tiara mengaku baru pertama kali menggiling daging dan melihat langsung proses penggilingan daging di Pasar Besar Palangka Raya.

“Jadi lumayan antusias juga melihat prosesnya karena baru pertama kali,” ungkapnya.

Warga Palangka Raya terlihat silih berganti mendatangi penggilingan daging di Pasar Besar Palangka Raya. Sejak pukul 09.00 WIB hingga menjelang siang sekira pukul 11.00 WIB masyarakat masih terus berdatangan.

Momen Idul Adha ini membuat pendapatan para penggiling daging meningkat setidaknya dua kali lipat dari hari-hari biasa. Hal ini dikarenakan banjir orderan. Banyak warga yang hendak mengolah daging kurban menjadi bakso.

“Kalau biasanya paling pedagang atau paman pentol aja, ini mungkin pendapatan kami bisa dua kali lipat,” ujar Yadi (37), satu di antara penggiling daging di Pasar Besar. rmp

-
-
-