Spirit Kalteng

Seruyan dan Bartim Tertinggi Angka Kemiskinan

34
×

Seruyan dan Bartim Tertinggi Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, angka kemiskinan di Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat sebesar 5,11 persen. Tiga kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi ada pada Kabupaten Seruyan 7,12 persen, disusul Barito Timur (Bartim) 6,63 persen dan Kabupaten Murung Raya (Mura) 6,44 persen.

Sementara angka kemiskinan yang terendah di Bumi Tambun Bungai terdapat di Kabupaten Sukamara dengan 3,96 persen, Lamandau 3,12 persen dan Palangka Raya 3,44 persen.

Dari data kemiskinan kabupaten/kota se-Kalteng tahun 2023. Kotawaringin Barat (Kobar) sebesar 4,18 persen, Kotawaringin Timur (Kotim) 5,69 persen, Kapuas 5,21 persen, Barito Selatan (Barsel) 4,72 persen, Barito Utara (Barut) 5,35 persen, Katingan 4,99 persen, Pulang Pisau (Pulpis) 4,58 persen dan Gunung Mas (Gumas) 5,47 persen.

Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo mengatakan, perlu perhatian serius terhadap isu kemiskinan yang terjadi di Kalteng. Ia mengajak kabupaten untuk belajar dari keberhasilan daerah lain, seperti Lamandau yang berhasil menurunkan angka kemiskinan dan mendapat penghargaan pada Hari Keluarga Nasional di Semarang.

“Kolaborasi dan kerja sama antarkabupaten sangat penting. Belajar dari pengalaman sukses Kabupaten Lamandau bisa menjadi salah satu cara efektif,” kata Edy, Kamis (4/7).

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran yang memadai untuk mendukung program pembangunan dan penanganan kemiskinan.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng Leonard S Ampung menegaskan, perbaikan data kemiskinan di tiga kabupaten tersebut harus dilakukan secara lebih masif dan fokus. Peran aktif dari pendamping desa diperlukan untuk memastikan data yang akurat, sehingga bantuan pemerintah tepat sasaran.

“Intervensi terhadap peningkatan keterampilan masyarakat juga penting, terutama dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta inovasi kreatif. Hal ini bertujuan agar pendapatan masyarakat meningkat dan dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan,” kata Leonard.

Ia mengatakan, langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. ldw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *