PEMPROV KALTENG

ANTREAN BBM MENGULAR-Gubernur Minta Pemda Tak Seenaknya Buat Kebijakan Sendiri

192
×

ANTREAN BBM MENGULAR-Gubernur Minta Pemda Tak Seenaknya Buat Kebijakan Sendiri

Sebarkan artikel ini
Gubenrur dan Wagub serta Kapolda saat melakukan sidak dio salah satu SPBU di Palangka Raya. foto tabengan/yulianus

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Agustiar Sabran mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah agar tidak mengeluarkan kebijakan maupun surat edaran terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM), karena persoalan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Pertamina.

Hal itu disampaikan Agustiar menyikapi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir akibat keterbatasan pasokan BBM.

“Kami mengimbau kepada bupati dan wali kota supaya tidak ada statement atau membuat surat edaran terkait BBM, karena teknisnya ada di Pertamina,” ujar Agustiar kepada wartawan di Palangka Raya, Jumat.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyurati pihak terkait untuk membantu mengatasi persoalan distribusi BBM yang terjadi di daerah tersebut. Meski demikian, pemerintah daerah hanya berperan melakukan koordinasi dan memastikan kondisi di lapangan tetap kondusif.

“Kami dari pemerintah sudah bersurat untuk mengurus permasalahan ini. Itu bukan peran kami secara teknis, tetapi di wilayah kita tentu kami ikut memastikan penanganannya berjalan,” katanya.

Agustiar memastikan stok BBM bersubsidi di Kalimantan Tengah masih aman dan tidak mengalami kenaikan harga. Untuk mengurangi antrean masyarakat di SPBU, kata dia, penyaluran BBM juga telah ditambah.

“Kami pastikan BBM aman dan kami juga meminta tambahan pasokan. Sudah ditambah dari 180 kiloliter menjadi 200 kiloliter,” ucapnya.

Selain penambahan kuota, pemerintah bersama Pertamina juga memperpanjang jam operasional SPBU sebagai langkah jangka pendek guna mengurai antrean kendaraan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Biasanya operasional hanya sampai siang, sekarang ditambah sampai pukul 01.00 malam supaya antrean bisa terurai,” jelasnya.

Atas kondisi yang menyebabkan masyarakat harus mengantre panjang, Agustiar turut menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kalimantan Tengah.

“Kami minta maaf kepada masyarakat Kalimantan Tengah atas ketidaknyamanan ini. Kami ingin memastikan permasalahan beberapa hari terakhir bisa segera teratasi,” tuturnya.

Ia kembali menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. Namun, untuk BBM industri, menurut dia, penyesuaian harga bergantung pada kondisi pasar global.

“Kami pastikan minyak subsidi tetap tidak ada kenaikan. Kalau industri, itu tergantung global,” tandasnya.

Gubernur Dan Kapolda Sempat Sidak SPBU

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Kamis (7/5/2026) malam. Salah satu lokasi yang dipantau yakni SPBU di Jalan Soekarno yang dipadati antrean kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap lancar, aman, dan nyaman dalam mendapatkan BBM. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan dipastikan tidak ada masalah. Kebetulan kuota BBM kita juga sudah ditambah,” ujar Agustiar kepada awak media di sela peninjauan.

Selain memastikan ketersediaan stok BBM, Pemprov Kalteng bersama aparat kepolisian juga meningkatkan pengawasan terhadap dugaan penimbunan dan praktik pelangsiran BBM yang memanfaatkan situasi kelangkaan.

Pengawasan dilakukan di sejumlah SPBU maupun titik distribusi lain yang dinilai rawan disalahgunakan oleh oknum tertentu, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

“Kami bersama pihak kepolisian memantau kalau ada penimbunan dan pelangsir yang memanfaatkan situasi seperti ini, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi,” tegasnya.

Ia pun membuka kemungkinan pemberian sanksi apabila ditemukan adanya keterlibatan pihak SPBU dalam praktik penyalahgunaan distribusi BBM.

“Kami juga meminta pihak berwajib jangan kasih ampun untuk para penimbun BBM. Jika itu adalah ranah kami, maka kami tidak akan memberikan ampun,” tegasnya.

Agustiar menduga kelangkaan maupun antrean panjang BBM tidak lepas dari ulah oknum tertentu yang memanfaatkan situasi. Karena itu, pengawasan distribusi akan terus diperketat bersama pihak terkait.ldw/ded-red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *