Spirit Kalteng

7 Hektare Lahan di Desa Kubu Terbakar 

12
×

7 Hektare Lahan di Desa Kubu Terbakar 

Sebarkan artikel ini
7 Hektare Lahan di Desa Kubu Terbakar 
KARHUTLA-Petugas tengah melakukan penanganan karhutla yang terjadi di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Seluas 7 hektare lahan di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terbakar, Jumat (19/7). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Kubu berjibaku lakukan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni melalui Kapala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Martogi Siallagan mengatakan, lokasi lahan yang terbakar berada di Jalan Juhar RT 01, tepatnya di jalan pertambangan pasir silika yang ada di Desa Kubu, Kecamatan Kumai.

“Kami menerima laporan dari masyarakat perihal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kubu pada hari Jumat (19/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian kami langsung menurunkan satu regu dengan sarana dan prasarana untuk penanganan karhutla tersebut,” ujar Martogi.

Martogi menyampaikan, dalam penanganan karhutla itu BPBD Kobar dibantu oleh MPA Desa Kubu, tetapi karena kondisi angin kencang dan tim kesulitan menjangkau titik api, sehingga api terus menyebar di beberapa titik dan masih terus dilakukan penanganan di lapangan.

“Mobil tangki tidak bisa menjangkau titik api, sehingga tim gabungan harus berjalan kaki menjangkau titik api tersebut. Ini kendala yang kami hadapi saat penanganan, sehingga api menyebar, kami terus berupaya agar api cepat dipadamkan,” katanya.

Ketika disinggung mengenai pemilik lahan yang terbakar, menurut Martogi, pihaknya masih mencari informasi pemilik lahan tersebut. Yang jelas, lahan terbakar itu merupakan jalan pertambangan pasir.

Martogi menjelaskan, di wilayah Kobar ada tiga kecamatan yang masuk rawan karhutla yakni Kecamatan Kumai, Arut Selatan dan Kecamatan Kotawaringin Lama. Saat memasuki musim kemarau, pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan karena akan berdampak buruk bagi semua pihak.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Rodi Iskandar menyampaikan, saat ini mulai muncul titik api dan diharapkan tidak meluas, karena dampak dari karhutla akan berdampak buruk pada semua aspek baik kesehatan, lingkungan dan perekonomian.

“Kami berharap titik api yang ada di Desa Kubu tidak meluas, ini sangat mengkhawatirkan mengingat saat ini kita telah memasuki cuaca ekstrem akibat peralihan musim. Untuk itu kami imbau agar mematuhi aturan yang berlaku. Ada sanksi berat bagi masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan cara membakar, hal ini sering kali kami imbau, karhutla akan mencoreng nama baik Kotawaringin Barat,” ujar Sekda Kobar.

Rodi Iskandar mengatakan, saat ini angka kunjungan wisatawan mancanegara tengah meningkat, dengan adanya karhutla akan menjadi isu besar di dunia internasional, bukan saja nama Kobar yang jelek tetapi Kalimantan Tengah pun akan terbawa buruk. c-uli