Spirit Kalteng

64,34 Persen Jalan Baik, 33,38 Persen Jalan Kota Rusak Berat

19
×

64,34 Persen Jalan Baik, 33,38 Persen Jalan Kota Rusak Berat

Sebarkan artikel ini
64,34 Persen Jalan Baik, 33,38 Persen Jalan Kota Rusak Berat
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya Fahrial Anchar saat melakukan pengecekaan jalan

+ Untuk Jalan dan Dranase Pemko Kekurangan Anggaran Rp64.994.991.400,-.

+ Fahrial Anchar:  Akhir 2024, Kondisi Kemantapan Jalan di Palangka Raya Melebihi Target Nasional 65 Persen

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO. – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mempercepat pembangunan dan peningkatan infrastruktur, termasuk perbaikan akses jalan dan drainase untuk memudahkan aktivitas masyarakat. Pasalnya, hasil survei hingga akhir 2023, kondisi jalan belum mulus 100 persen.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya Fahrial Anchar mengungkap, berdasarkan survei yang dilakukan oleh PUPR, kondisi permukaan jalan menunjukkan 55,51 persen dalam keadaan baik, 8,84 persen dalam kondisi sedang, 2,27 persen rusak ringan, dan 33,38 persen rusak berat.

Dengan data tersebut, kondisi baik dari permukaan jalan di Kota Palangka Raya mencapai 64,34 persen. Menurut Fahrial, ini merupakan pencapaian tertinggi di Kalimantan Tengah. Pemerintah pusat menargetkan secara nasional jalan yang dalam kondisi baik harus mencapai 65 persen, sesuai dengan RPJMN 2020-2024.

Dijelaskan Fahrial, Pemko Palangka Raya telah mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar lebih dari Rp122 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2024.

“Kami yakin hingga akhir 2024, kondisi kemantapan jalan di Kota Palangka Raya akan melebihi target nasional sebesar 65 persen,” ujar Fahrial saat pemaparan di depan wartawan,  baru-baru ini.

Pada tahun 2024, Dinas PUPR akan melaksanakan berbagai kegiatan penyelenggaraan jalan, termasuk peningkatan, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Jalan-jalan itu meliputi Jalan Badak Lurus, Badak XIII, Piranha IV, Piranha I, Cristian Tuwan Kilometer 7 RTA Milono, Dunis Tuwan Kilometer 10 Petuk Katimpun, dan Jalan Karya Sidomulio Tb Tahai.

Kemudian Jalan G Obos VI Gang 17 serta Gang 15, Jalan Menteng IX dan XX, Jalan Veteran, Kapur Naga I, Kecipir (Klaster Ibrahim), Jalan Perkantoran Lingkar Dalam, Jalan Palapan Permai Tjilik Riwut Kilometer 8, Jalan Temanggung Tilung V, Temanggung Tilung II, Temanggung Tilung XIX, dan Temanggung Tilung XXII.

Dijelaskan Fahrial, untuk jalan yang masuk kategori pemeliharaan berkala, di antaranya Jalan Lawu, Sangga Buana, Kinibalu, Bukit Raya, Garuda Induk, Tingang, Manjuhan, Bakut, Lambung Mangkurat, Damang Leman, Pilau, dan Jalan Wortel.

Dinas PUPR Kota Palangka Raya juga akan mengupayakan tambalan aspal yang ada tidak akan menanggung kelancaran masyarakat dalam berkendara.

Kemudian, untuk jalan yang akan mendapatkan rehabilitasi antara lain Jalan Kiwi, Cucak Rowo, Sabaru, Garuda II, Garuda III, Garuda VII, Garuda XI, Bukit Raya XV, dan Sam Ratulangi. Sebab jalan-jalan ini yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat karena rawan terkena banjir apabila hujan berintensitas tinggi datang.

Selain itu, untuk rekonstruksi jalan, beberapa ruas akan diperbaiki menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit 2023, serta DAK 2024, terutama untuk penanganan long segment di Jalan E. A. Toewak.

Selain itu, paparnya, rekonstruksi berkala juga akan dilakukan di Jalan Takaras Mangku Baru Kilometer 79, dan rehabilitasi Jalan Trans Habaring Hurung, sehingga tidak ada wilayah yang terisolasi lagi.

“Rekonstruksi Jalan E. A. Toewak, yang juga dikenal sebagai Jalan Perintis, akan dilakukan untuk menghubungkan Jalan Trans Nasional dengan Jalan Adonis Samad, menjadikannya rute utama untuk angkutan berat menuju kota. Namun, rekonstruksi ini harus mempertimbangkan mobilitas kota,” tambahnya.

Selain peningkatan jalan, PUPR juga akan mengelola dan membangun sistem drainase di Kota Palangka Raya. Dari total panjang drainase kota yang mencapai 1.823,66 km, hanya 1.021,25 km yang dalam kondisi baik. Beberapa titik yang akan dilakukan pemeliharaan atau rehabilitasi drainase meliputi Kelurahan Menteng, Kecamatan Pahandut, Kelurahan Palangka, Kelurahan Bukit Tunggal, serta Jalan Pinguin dan sekitarnya.

“Untuk pembangunan sistem drainase, beberapa wilayah yang menjadi prioritas antara lain Jalan Rajawali dan Jalan Temanggung Tilung, Jalan CHR Binu, serta pembangunan drainase di Jalan G Obos V, Jatayu, Sepakat, dan sekitarnya,” paparnya.

Dinas PUPR Kota Palangka Raya telah melakukan perhitungan anggaran untuk pembangunan jalan dan drainase tahun 2024. Target kemantapan jalan adalah 1,5 persen dan drainase 2 persen per tahun. Pembangunan jalan memerlukan dana sekitar Rp 83 miliar per tahun, sementara drainase membutuhkan sekitar Rp48 miliar untuk pemeliharaan, pembangunan, dan rehabilitasi.

Namun, kemampuan APBD Kota Palangka Raya tahun 2024 hanya menyediakan sekitar Rp46 miliar lebih untuk jalan dan Rp19 miliar lebih untuk drainase, sehingga ada kekurangan dana. Untuk mengatasi kekurangan ini, Dinas PUPR telah merumuskan strategi, termasuk mencari dana hibah dari APBD dan sumber lainnya seperti berkomunikasi dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat guna mencapai pemaksimalan capaian pembangunan Kota Palangka Raya. Untuk jalan kekurangan anggaran per tahun Rp36.552.992.000 dan untuk darinase Rp28.471.999.400 = Rp64.994.991.400,-. rba