PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebanyak 16 murid SDN 1 Kereng Bangkirai, Palangka Raya terpaksa dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit setempat usai diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (31/7) pagi.
Belasan murid tersebut mengalami lemas, mual dan sakit perut setelah mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah.
Endi, salah satu guru, mengatakan, siswanya mengaku mual dan muntah-muntah usai mengonsumsi jajanan yang ada di lingkungan sekolah.
“Kalau untuk makanannya tidak tahu, cuma mereka beli jajanan di kantin lingkungan sekolah,” ujarnya.
Adapun gejala dari anak-anak yang diduga mengalami keracunan massal tersebut, di antaranya merasakan gejala tidak enak badan seperti mual, muntah dan sakit perut. Keluhan pertama kali muncul dari siswa pada saat jam istirahat sekitar pukul 08.50 WIB.
Menanggapi hal ini, pihak sekolah pun segera bertindak cepat dengan mengantar para murid ke UKS dan menghubungi orang tua murid yang terkena dampak keracunan.
Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Kereng Bangkirai untuk diberikan penanganan medis lebih lanjut.
“Saat dilakukan pemeriksaan, ada beberapa siswa yang mengalami mual hingga tidak enak badan, bahkan ada yang menggunakan tabung oksigen akibat mengalami gangguan pernapasan usai muntah,” ungkap Endi.
Endi menambahkan, pihaknya telah menghubungi petugas dari Dinas Kesehatan untuk mengambil sampel makanan dan minuman yang ada di kantin sekolah
“Untuk selanjutnya, tinggal menunggu hasil laboratorium dari pihak Dinas Kesehatan. Selain itu, anak-anak yang muntah mengeluarkan lendir-lendir makanan dan minuman yang telah dikonsumsi sebelumnya, baik itu nasi maupun makanan ringan lainnya,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani membenarkan peristiwa tersebut. Hingga saat ini seluruh siswa yang sempat diduga keracunan makanan telah dipulangkan setelah menerima perawatan medis di Puskesmas, Rumah Sakit Kota Palangka Raya dan Rumah Sakit Bhayangkara.
“Sampai sekarang sudah membaik semua. Sudah pulang semua. Paling parah tadi sempat lemas karena cepat ditangani akhirnya sudah bisa tertangani,” jelasnya.
Dugaan sementara, lanjut Jayani, keracunan berasal dari kantin di lingkungan sekolah, di mana siswa membeli nasi goreng.
“Sudah diselesaikan, tadi pihak pedagang nasi goreng dan juga orang tua siswa telah bertemu dan diselesaikan secara kekeluargaan. Kita turut menunggu hasil uji sampel makanan,” pungkasnya. fwa





