PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat dan penanggulangan stunting, Mitra KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) yang berada di wilayah Jalan banteng kelurahan Bukit Tunggal Palangka Raya, mengikuti program edukasi dan pelatihan pengolahan ikan menjadi bakso. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang digagas oleh dosen Universitas Palangka Raya, dengan dukungan dana HIBAH BIMA dari Kemendikbudristekdikti melalui kontrak nomor 1021/UN24.13/AL.04/2024.
Program pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi dalam pengolahan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Kolam AB Banteng miliki KKSS Palangka Raya. Ikan-ikan seperti nila dan Patin diolah menjadi bakso ikan yang bernutrisi tinggi dan dapat menjadi alternatif makanan bergizi, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami stunting.
Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, akibat kurangnya asupan protein dan zat gizi penting selama masa pertumbuhan.
Selama pelatihan, para peserta dari komunitas KKSS diajarkan teknik-teknik dasar dalam pengolahan ikan, mulai dari pemilihan ikan yang segar, pembuatan adonan bakso, hingga cara mengemas produk bakso ikan dengan menarik. Proses pelatihan dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat, sehingga hasil produk aman dikonsumsi dan memiliki kualitas yang baik untuk dipasarkan.
Apoteker Shesanti Citra Riana,M.Pharm. Sci Dosen UPR yang memimpin kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein hewani dalam mencegah stunting.
Ikan kaya akan omega-3, protein, zat besi, dan kalsium, yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Produk bakso ikan yang diproduksi oleh komunitas ini diharapkan mampu memberikan solusi gizi bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan asupan protein berkualitas dengan harga terjangkau.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, program ini juga mengajarkan peserta tentang cara mengembangkan bisnis berbasis olahan ikan. Komunitas diberikan wawasan tentang pemasaran produk bakso ikan, mulai dari teknik pengemasan hingga strategi penjualan yang efektif, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha mikro dan kecil yang berbasis pada hasil perikanan lokal.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat di daerah lain, di mana sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas lokal dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.ist/bb











