KASONGAN/TABENGAN.CO.ID-Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan telah mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja. Melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK), peserta kini mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala Disperintransnaker Katingan, dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan, Dra, Agus Terami, Senin 21 Oktober 2024 mengungkapkan, langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para peserta pelatihan.
“Kami ingin memastikan bahwa para peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga terlindungi secara hukum dalam hal kecelakaan kerja atau risiko lainnya,” ujarnya.
Program ini mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, yang diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran bagi peserta selama mereka mengikuti pelatihan. Terami juga menambahkan bahwa dengan adanya perlindungan ini, diharapkan para peserta akan lebih fokus dan bersemangat dalam meningkatkan keterampilan mereka.
Peserta pelatihan menyambut positif inisiatif ini. Salah satu peserta, Budi, menyatakan, “Dengan adanya perlindungan ini, saya merasa lebih tenang untuk belajar. Saya tidak perlu khawatir akan risiko yang mungkin terjadi.”
Disperintransnaker Katingan berkomitmen untuk terus memperluas program-program yang mendukung pengembangan sumber daya manusia, serta memastikan bahwa setiap tenaga kerja di wilayah ini mendapatkan perlindungan yang layak. Melalui upaya ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Disperintransnaker Katingan menunjukkan perhatian serius terhadap kesejahteraan tenaga kerja, serta membangun pondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik.
Di tempat terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sampit, Dwi Ari Wibowo mengatakan bahwa perlindungan yang diberikan dapat membantu menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif dan berdaya saing. “Dengan rasa aman, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan keterampilan, yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi perekonomian lokal,” tutupnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sampit mengajak semua pihak untuk mendukung program-program serupa demi meningkatkan kualitas tenaga kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan terjamin.(MS)











