Spirit Kalteng

Katingan Banjir, Tanggap Darurat Palangka Raya Dihentikan

41
×

Katingan Banjir, Tanggap Darurat Palangka Raya Dihentikan

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/ARIS MUNANDAR TERENDAM- Banjir menggenangi halaman SD Tumbang Bulan, Desa Tumbang Bulan Kecamatan Mendawai.  

KASONGAN/TABENGAN.CO.ID – Desa Tumbang Bulan, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, kini sudah mulai dilanda banjir. Demikian kata Camat Mendawai Nicolas melalui Sekcam Supardi, yang dirilis di grup WA Kebencanaan, Minggu (8/12) siang.

Penyebabnya, menurut Supardi, karena curah hujan di Desa Tumbang Bulan khususnya, dan di wilayah Kecamatan Mendawai umumnya cukup tinggi dalam dua pekan ini. Ditambah lagi meluapnya air laut muara Pegatan Kecamatan Katingan Kuala yang saat ini sedang pasang.

“Sehingga, air dari hulu yang mengalir ke hilir tergenang di Desa Tumbang Bulan,” kata Supardi.

Dampaknya, lanjutnya, debit air di Desa Tumbang Bulan kini menggenangi halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Tumbang Bulan dan sebagian di halaman permukiman penduduk setempat.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, Markus membenarkan terjadinya banjir di Desa Tumbang Bulan, namun tidak begitu tinggi. Ketinggian banjirnya hanya setinggi mata kaki.

“Begitu pula di Desa Telaga Kecamatan Kamipang saat ini sudah mulai banjir, utamanya di ruas jalan perumahan penduduk,” kata Markus.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Katingan dr Robertus saat dikonfirmasi, Senin (9/12), di ruang kerjanya juga membenarkan adanya laporan secara lisan debit air di Desa Tumbang Bulan mulai memasuki halaman sekolah dan sebagian halaman rumah penduduk setempat.

Karena masih di halaman dan tidak sampai memasuki perumahan penduduk,  menurut Robertus, berdasarkan kriteria, kondisi air seperti itu belum termasuk bencana.

“Sehingga, untuk sementara ini laporan tersebut dapat diterima, sambil menunggu laporan tertulis dari pihak Kecamatan Mendawai,” kata Robertus.

Kendati demikian, ia sudah mengambil stok sembako di Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mempersiapkan bantuan kepada masyarakat Katingan yang dilanda banjir pada Desember 2024 ini. “Termasuk mempersiapkan bantuan kepada ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Tumbang Bulan, jika sewaktu-waktu debit air meningkat,” terang mantan kepala Dinas Kesehatan ini.

 

Palangka Raya Surut

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi menyampaikan kabar gembira terkait situasi banjir di kota ini. Debit air di sebagian besar wilayah telah menunjukkan penyurutan yang signifikan, dengan penurunan ketinggian air mencapai 20 hingga 80 cm di kawasan rawan banjir.

“Saat ini sudah ada penurunan di semua kawasan rawan banjir dari 20 sampai dengan 80 cm, meski kondisi mulai membaik, ada beberapa wilayah yang banjirnya belum sepenuhnya surut,” ungkap Hendrikus, Senin (9/12).

Ia juga menjelaskan, saat ini dua kelurahan yang masih terendam banjir adalah Kelurahan Bereng Bengkel dan Kelurahan Kameloh Baru. Aktivitas masyarakat di wilayah tersebut masih mengandalkan perahu dan getek sebagai sarana transportasi.

“Untuk saat ini ada 2 kelurahan yang masih terendam banjir Kelurahan Bereng Bengkel dan Kelurahan Kameloh baru. Masih terputus di 2 kelurahan tersebut, aktivitas masyarakat masih menggunakan perahu dan getek,” jelasnya.

Kendati demikian, situasi ini tidak memerlukan pendirian posko pengungsian karena debit air dinilai masih dalam batas normal.

BPBD Kota Palangka Raya juga memastikan status tanggap darurat banjir akan berakhir pada 10 Desember dan tidak akan diperpanjang, mengingat kondisi saat ini kondisi debit air sudah mengelami penurunan.

Dengan situasi yang semakin kondusif, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari risiko penyakit pasca-banjir. Pemerintah kota juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan warga. c-dar/nws

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *