Spirit Kalteng

Banjir Katingan Rendam Ribuan Rumah

22
×

Banjir Katingan Rendam Ribuan Rumah

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/ARIS MUNANDAR PANTAU- Camat Katingan Tengah, Kabupaten Katingan Purwoko memantau kondisi banjir, di Pasar Tumbang Samba, Rabu (5/3).

KASONGAN/TABENGAN.CO.ID-Sejumlah daerah di Kabupaten Katingan mulai dilanda banjir. Banjir disebabkan tingginya curah hujan di wilayah itu, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan dari Camat Katingan Tengah Purwoko, bencana banjir di wilayahnya disebabkan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan dan Sungai Samba, ang terjadi sejak, Rabu (5/3) pagi  lalu.

Di wilayah Kecamatan Katingan yang dilanda banjir saat ini terjadi di beberapa desa, di antaranya Desa Samba Bakumpai, dengan debit air antara 20-100 centimeter dari permukaan tanah.

Sejumlah rumah penduduk, di Desa Samba Bakumpai yang terdampak banjir tersebut, di antaranya 25 rumah di RT 1, 36 rumah di RT 2, 35 rumah di RT 3, 40 rumah di RT 4, 20 rumah di RT 5, 40 rumah di RT 6, 43 rumah di RT 7, 25 rumah di RT 8 dan 15 rumah di RT 9.

“Dari 281 rumah penduduk di desa tersebut, dihuni 728 jiwa dari 362 Kepala Keluarga (KK),” kata Purwoko kepada media ini, Jumat (7/3).

Banjir yang terjadi di wilayah itu, lanjutnya, juga merendam fasilitas umum, seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Samba Bakumpai, Madrasyah Aliyah (MA) Ashalihin, TK Tunas Harapan, TPA Al Iman, TK PGRI, kantor Desa Samba Bakumpai, Pustu, Polindes dan Masjid Jami As Shalihin.

Banjir juga melanda Desa Samba Danum, dengan ketinggian debit antara 15 hingga 30 centimeter dari permukaan tanah. Sementara rumah yang terdampak banjir berjumlah sekitar 9 rumah, terdiri dari 31 jiwa dari 21 KK.

“Di samping itu, ada pula fasilitas umum, seperti SDN 4 Samba Danum dan pasar Dayak Tumbang Samba,” ungkapnya.

Banjir juga melanda Desa Samba Kahayan, Rantau Asem, Telok dan Desa Batu Badinding.

“Di samping intensitas hujan yang dalam beberapa hari ini cukup tinggi, juga disebabkan dataran di desa-desa tersebut agak rendah,” terangnya.

Pihaknya juga telah mengambil langkah cepat guna mengantisipasi banjir yang melanda daerah itu, dengan berkoordinasi dengan Koramil 1019-04 Katingan Tengah, masing-masing Kades yang wilayahnya terdampak banjir, melaksanakan pengecekan langsung ke lapangan.

“Tujuannya, untuk mengantisipasi banjir susulan dan mengimbau serta memberikan edukasi kepada masyarakat setempat,” pungkasnya.

 

Banjir Pertama Landa Bukit Raya

Banjir yang melanda Bumi Penyang Hinje Simpei itu, dimulai dari Kecamatan Bukit Raya, kemudian ke Kecamatan Katingan Hulu. Dan berlanjut ke Kecamatan Marikit dan Kecamatan Sanaman Mantikei.

“Yang terbaru banjir terjadi di beberapa desa di wilayah Kecamatan Katingan Tengah,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan Markus, kepada wartawan, Jumat (7/3).

Banjir disebabkan curah hujan yang tinggi di wilayah hulu Kabupaten Katingan, selama dua hingga tiga hari ini.

“Banjir yang terjadi di lima kecamatan bagian hulu Katingan ini sudah kami laporkan langsung kepada Bupati Katingan Saiful. Namun beliau meminta agar dikoordinasikan ke masing-masing Camat nya,” kata Markus.

Dijelaskan, dari lima kecamatan yang dilanda banjir, utamanya melanda desa-desa yang berdada di dataran rendah. Sementara peningkatan debit airnya diperkirakan antara 50 centimeter hingga 150 centimeter di atas tanah/ruas jalan.

Kalau ditotal-total, sesuai dengan laporan dari masing-masing Camat di wilayah hulu Katingan, rumah yang terdampak banjir lebih dari 1.000 unit rumah.

“Namun demikian, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun yang lalu, banjir di wilayah hulu ini penurunan debit airnya bervariasi, tergantung ketinggian datarannya. Ada yang hanya dua hingga tiga hari,” ungkap Markus.

Sementara itu, penurunan debit air yang berlangsung cukup lama, biasanya terjadi di Kecamatan Katingan Tengah, seperti di Desa Samba Bakumpai dan Desa Samba Kahayan, dengan kisaran antara tiga hari hingga lima hari.

Meskipun banjirnya hanya dua hingga lima hari, dirinya tetap mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, utamanya kepada masyarakat yang terdampak banjir agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Ia meminta masyarakat menyelamatkan barang-barang elektronik dan berkas penting dari jangkauan air yang kian meningkat.

“Begitu pula kabel-kabel listrik, harus dibenahi jangan sampai terkena banjir agar semuanya dalam keadaan aman,” pungkasnya. c-dar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *