PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) terus memantau dan mendampingi penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hingga kini, banjir di tiga kabupaten dengan total 126.283 jiwa terdampak.
Kepala BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menyampaikan, pihaknya aktif memantau perkembangan banjir melalui laporan harian dari masing-masing kabupaten.
“Penanggung jawab utama penanganan bencana, termasuk banjir, berada di wilayah kabupaten. Pemerintah provinsi berperan sebagai pendamping,” ujarnya, Rabu (23/4).
Ia mengatakan, jika dibutuhkan intervensi langsung dari provinsi, maka BPBPK Kalteng telah siap secara fungsional.
“Kami sudah menyiapkan personel, sarana prasarana maupun logistik, baik yang bersumber dari APBD murni maupun Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelasnya.
Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menjadi wilayah dengan durasi banjir terpanjang, sejak 7 Januari hingga 21 April 2025 atau selama 104 hari. Sebanyak 24.929 kepala keluarga (KK) atau 78.299 jiwa terdampak, dengan 13.634 unit rumah dan 1.193 fasilitas umum tergenang. Tinggi muka air mencapai 218 cm.
Wilayah terdampak mencakup 6 kecamatan dan 55 desa/kelurahan, antara lain Kecamatan Dusun Hilir, Dusun Utara, Dusun Selatan, Karau Kuala, Gunung Bintang Awai, dan Jenamas.
Sementara itu, Kabupaten Barito Utara (Barut) mengalami banjir sejak 9 hingga 21 April 2025 dengan ketinggian muka air tertinggi mencapai 400 cm. Sebanyak 15.224 KK atau 47.631 jiwa terdampak. Kerusakan terjadi pada 7.796 rumah dan 212 fasilitas umum. Tercatat 7 kecamatan dan 46 desa/kelurahan turut terendam.
Di Kabupaten Pulang Pisau, banjir melanda Kecamatan Sebangau Kuala sejak 18 hingga 22 April 2025. Meski hanya berdampak pada satu desa, Paduran Mulya, terdapat 117 KK atau 353 jiwa terdampak dengan 17 fasilitas umum terkena imbas. Tinggi muka air dilaporkan mencapai 100 cm.
Secara keseluruhan, banjir telah melanda 3 kabupaten, 14 kecamatan, dan 102 desa/kelurahan. Total kerugian sosial mencakup 40.270 KK atau 126.283 jiwa terdampak, 1.422 fasilitas umum dan 21.430 bangunan rumah terendam.
Saat ini, Kabupaten Barut telah menetapkan status tanggap darurat untuk bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor dari 21 hingga 27 April 2025. Sementara Kabupaten Barsel juga telah menetapkan status siaga sejak 21 April 2025, meskipun surat keputusan (SK) masih dalam proses.
Pemerintah Provinsi Kalteng mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami akan terus mendampingi dan memastikan bantuan tersalurkan dengan baik,” tutup Ahmad Toyib. ldw





