PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof Dr Ir Salampak MS menyampaikan apresiasinya terhadap capaian 100 hari kerja Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran dan Wakilnya H Edy Pratowo, khususnya dalam sektor pendidikan.
Menurutnya, langkah awal yang telah diambil menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada penguatan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi terhadap capaian dan langkah awal yang telah dilakukan oleh Bapak Agustiar dan Edy dalam 100 hari masa kepemimpinannya, khususnya dalam sektor pendidikan,” ujar Prof Salampak, di Palangka Raya, Selasa (3/6).
Ia mengungkapkan, visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng yang menekankan pada pembangunan manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global telah terefleksi dalam beberapa kebijakan strategis yang mulai diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Kalteng.
Ia menilai, misi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, memperkuat pendidikan vokasional, serta mengintegrasikan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI) sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi yang sedang dijalankan UPR.
“Dalam konteks Asta Cita pembangunan daerah yang beliau usung, khususnya pada pilar pendidikan, terlihat komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas SDM melalui program beasiswa daerah, dukungan terhadap perguruan tinggi lokal, serta pemberdayaan guru dan tenaga pendidik,” tambahnya.
Salah satu langkah konkret dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Prof Salampak, adalah pemberian hibah dana besar kepada UPR. Dana hibah tersebut digunakan untuk membuka Program Studi Kedokteran Gigi hasil kerja sama dengan Universitas Jember, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) yang bermitra dengan Universitas Padjadjaran.
“Pemerintah Provinsi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan kedokteran. Ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur akademik, tetapi juga tentang peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di Fakultas Kedokteran UPR,” tegasnya.
Ia menjelaskan, investasi dalam pendidikan kedokteran ini sangat strategis karena mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya andal secara kompetensi, tetapi juga memahami kondisi kultural dan sosial masyarakat setempat.
“Salah satu indikator keberhasilan pembangunan SDM adalah terpenuhinya tenaga kesehatan yang memiliki kedekatan kultural dan pemahaman lokalitas, yang idealnya diwujudkan melalui pelibatan anak-anak daerah menjadi dokter spesialis,” ujar Prof Salampak.
Ia memastikan, UPR akan memanfaatkan dukungan ini untuk membangun sistem pendidikan kedokteran gigi dan spesialis kebidanan-kandungan yang berkualitas, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi di bidang kesehatan yang masih terbatas di kawasan tengah Indonesia.
“Dengan adanya dukungan kebijakan seperti ini, Universitas Palangka Raya siap menjadi mitra utama dalam mewujudkan visi besar Kalimantan Tengah yang mandiri di bidang kesehatan dan unggul di bidang pendidikan, ini bukan hanya sebuah capaian dalam 100 hari, melainkan fondasi penting menuju keberlanjutan pembangunan yang berkeadilan dan berdaya saing,” pungkasnya. ldw











