PALANGKA RAYA/TANGAN.CO.ID – Tokoh agama Kaharingan Kalimantan Tengah Parada Lewis Kobek menyampaikan apresiasinya atas komitmen Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Wakilnya H Edy Pratowo dalam memperjuangkan seni, adat, dan budaya Dayak.
Ia menilai, perhatian dan konsistensi Gubernur sangat berdampak besar terhadap penguatan identitas dan martabat masyarakat adat di Bumi Tambun Bungai.
“Menurut saya, Bapak Gubernur Kalimantan Tengah ini sangat baik dalam bidang adat, seni, dan budaya. Komitmen beliau sangat tinggi dalam memperjuangkan harkat dan martabat masyarakat Dayak,” ujar Parada Lewis Kobek, di Palangka Raya, Selasa (3/6).
Parada menjelaskan, sejak lama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran telah menunjukkan perhatian khusus terhadap masyarakat adat Dayak, baik dari sisi pelestarian budaya, pengakuan terhadap adat istiadat, maupun dukungan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang berakar pada tradisi lokal.
“Beliau sejak dulu berkomitmen untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak. Terbukti, sekarang ini adat, budaya, dan tradisi Dayak sangat dihormati oleh orang luar Dayak. Ini adalah buah dari perjuangan yang konsisten,” tambahnya.
Menurut Parada, masyarakat Dayak harus mendukung upaya ini dengan terus aktif menjaga dan melestarikan adat serta budaya sebagai jati diri. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya, karena dari situlah kekuatan identitas lokal berasal.
“Kita harus dukung ini dengan selalu aktif menjaga adat, budaya, dan tradisi kita sebagai jati diri kita,” tuturnya.
Parada juga menyampaikan, pelaksanaan Rapat Koordinasi Damang se-Kalteng yang baru-baru ini digelar oleh Gubernur bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bukti nyata kepedulian dan dukungan Gubernur terhadap kemajuan masyarakat adat Dayak.
“Bapak Gubernur bersama DAD baru-baru ini telah melaksanakan Rakor Damang se-Kalteng. Ini sebagai wujud bahwa beliau sangat peduli dan sangat mendukung kemajuan masyarakat adat Dayak untuk terus meningkatkan harkat dan martabatnya serta berperan aktif dalam pembangunan Kalimantan Tengah yang semakin berkah,” ungkap Parada.
Ia berharap komitmen seperti ini bisa terus dijaga dan diperluas, agar masyarakat adat Dayak benar-benar menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam membangun masa depan Kalteng. ldw





