PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) H Edy Pratowo menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng akan fokus mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta menggali potensi sektor-sektor unggulan daerah guna mengantisipasi proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2026.
“APBD kita diprediksi menurun pada 2026, karena ada efisiensi dan transfer dari pusat juga turun. Maka kita harus fokus meningkatkan PAD, salah satunya lewat penguatan BUMD,” kata Edy usai menanggapi pandangan anggota DPRD Kalteng di Palangka Raya, Kamis (17/7).
Edy menyebutkan, optimalisasi BUMD menjadi solusi konkret dalam memperkuat pendapatan daerah secara mandiri. Menurutnya, BUMD harus diberi ruang untuk lebih inovatif dalam mengelola usaha dan menangkap peluang ekonomi yang dapat memberi kontribusi nyata terhadap keuangan daerah.
“Kita dorong BUMD supaya lebih inovatif, bisa berkreasi, dan mampu menjalankan usaha-usaha yang menguntungkan bagi daerah,” tegasnya.
Tak hanya BUMD, Pemprov juga akan mengoptimalkan sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kalteng.
“Dari beberapa sektor strategis seperti 3P pertambangan, perkebunan, dan perhutanan itu kita maksimalkan. Ini berkaitan langsung engan sumber penerimaan daerah termasuk Dana Bagi Hasil,” jelasnya.
Edy mengapresiasi masukan dari DPRD dan menyebut sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, terlebih di tengah potensi penurunan anggaran. ldw











