Spirit Kalteng

Mari Dukung Program Sekolah Rakyat

9
×

Mari Dukung Program Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Mari Dukung Program Sekolah Rakyat
Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Beberapa waktu lalu, Kementerian Sosial menyampaikan data, bahwa hingga awal Agustus 2025, sebanyak 115 anak dari total 9.705 calon siswa batal masuk Sekolah Rakyat. Selain itu, sekitar 160 guru dari total 1.469 guru Sekolah Rakyat juga turut mengundurkan diri karena tidak cocok ditempatkan pada sekolah yang jauh dari tempat tinggalnya.

‎Menurut Anggota DPD RI Dapil Kalteng Agustin Teras Narang, data yang disampaikan Kementerian Sosial tersebut hendaknya menjadi perhatian serius, terutama bagi daerah-daerah yang akan diberi tugas penempatan, guna melaksanakan program pendidikan Sekolah Rakyat tersebut pada bulan September 2025 yang akan datang.

‎‎”Bagi daerah-daerah yang akan menerima murid-murid itu, hendaknya pula mempersiapkan siswa, bukan hanya sekadar sarana dan prasarana belajar mengajar. Ini agar pemerintah daerah juga mempersiapkan para murid yang berasal dari desa-desa, dengan lingkungan sosial yang berbeda-beda, dan juga latar belakang perbedaan kualitas pengetahuannya, sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungan, sarana dan prasarana yang baru,” kata Teras dalam keterangannya, Rabu (13/8).

Selain itu, lanjut mantan Gubernur Kalteng dua periode tersebut, membantu mereka agar siap dengan situasi yang sangat berbeda dengan lingkungan sebelumnya, serta harus berada di asrama yang jauh dari orang tua dan keluarganya.

‎‎Tak hanya itu, imbuh Teras, bagi para guru pun hendaknya memperoleh perhatian secara khusus, mengingat dalam menjalankan tugasnya tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga perlu dibekali kemampuan sosial dan budaya yang memadai, sehingga mampu mengajar dengan baik, dan memberikan nilai lebih, dan menimbulkan adanya rasa aman dan nyaman bagi para murid Sekolah Rakyat.

Teras menegaskan, secara prinsip, Sekolah Rakyat mesti disambut baik sebagai jalan harapan untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mendapat masa depan lebih baik melalui pendidikan. Meski demikian, perhatian lebih pada kesiapan guru serta pengelola asrama yang punya kapasitas mendampingi sangatlah penting.

“Sama pentingnya dengan mempersiapkan calon siswa, agar mampu beradaptasi dalam suasana yang berbeda dari kehidupan sosial mereka. Sebuah pekerjaan yang tak mudah namun mesti diperhatikan dan dikerjakan sungguh oleh pemerintah,” tambahnya.

‎‎Teras menyarankan agar Sekolah Rakyat dalam mempersiapkan siswa dan guru, termasuk pengelola asrama yang mesti punya kapasitas mengayomi serta memberi asistensi, untuk melibatkan tokoh masyarakat lokal baik tokoh adat maupun agama.

Menurut Teras, peranan mereka akan sangat penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan berasrama yang kondusif dan ramah terhadap tumbuh kembang anak di dalamnya.

‎‎Ide-ide kreatif dalam pengadaan tenaga pendidik yang mumpuni ini juga perlu dilakukan, termasuk melihat opsi penugasan sementara guru terbaik dari wilayah terdekat untuk mengajar di Sekolah Rakyat dengan insentif yang memadai.

Atau melibatkan peran mahasiswa terbaik dari prodi terkait di perguruan tinggi yang ada di wilayah tersebut, sembari pemerintah menemukan solusi permanen untuk menarik minat pendidik mendukung Sekolah Rakyat di daerah.

‎‎”Bersama, mari kita dukung program Sekolah Rakyat ini. Agar layak jadi sekolah percontohan yang mendorong anak-anak dari kelompok miskin menjadi generasi cerdas dan sejahtera. Sekolah yang memikat siswa serta pendidik terbaik untuk mau berdinamika di dalamnya mencerdaskan kehidupan bangsa. ‎Kalau bukan kita, siapa lagi? ‎Kalau bukan sekarang, kapan lagi?,” ujar Teras Narang. ist