-
Spirit Kalteng

KTNA Kobar Dukung Pemkab Kobar Pertahankan Aset Daerah di Jalan Padat Karya 

68
×

KTNA Kobar Dukung Pemkab Kobar Pertahankan Aset Daerah di Jalan Padat Karya 

Sebarkan artikel ini
Ket Foto Dengan semangat kebersamaan dan demi terwujudnya Swasembada Pangan, KTNA Kobar Dukung Pemkab Kobar Pertahankan Aset Daerah di Jalan Padat Karya Gang Rambutan
-
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kotawaringin Barat, berikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Kobar untuk mempertahankan aset daerah yang ada di Jalan Padat Karya Gang Rambutan,  Aset tersebut kini tengah disengketakan oleh ahli waris Brata Ruswanda.
Ketua KTNA Kobar dan Kalimantan Tengah Syahrian bersama anggota serta pengurus KTNA Kobar, Minggu (24/8) menyampaikan pernyataan sikap atas permasalahan Demplot pertanian yang disengketakan oleh ahli waris Brata Ruswanda.
Pada hari Kamis (22/8) Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dengan nomor perkara 17/Pdt.G/2025/PN Pbu telah menolak semua tuntutan tergugat I hingga tergugat VI mulai dari Bupati Kobar, Kepala Dinas Pertanian Kobar, Gubernur Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, Camat Arut Selatan sampai Lurah Baru.
“Atas keputusan tersebut, kami menyatakan rasa keprihatinan serta kami mendukung langkah tegas pemerintah daerah Kobar yang akan melakukan  banding ke Pengadilan Tinggi, langkah ini demi memperjuangkan lahan demplot seluas 10 hektar, yang selama ini menjadi lahan percontohan bagi petani Kobar,” ujar Syahrian.
Menurut Syahrian, sebelum adanya gugatan dari ahli waris Brata Ruswanda, Demplot pertanian di Jalan Padat Karya Gang Rambutan ini telah ditumbuh tanaman padi dari berbagai varitas bibit padi.
“KTNA Sangat membutuhkan Demplot tersebut,  karena kami akan mengembangkan bibit padi dari berbagai varitas unggulan, daripada harus membeli dari luar daerah, alangkah baiknya kita kembangkan pembibitan padi dalam Demplot tersebut,  hal ini juga sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan dan sebagai upaya mendukung program asta cita bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yakni swasembada pangan Nasional,” ujar Syahrian.
Lanjut Syahrian, bahwa sektor pertanian Kobar saat ini tengah menunjukkan geliat yang sangat besar , sehingga untuk mendukung kemajuan sektor pertanian sangat dibutuhkan  lahan untuk percontohan, harapan besar demplot yang disengketakan itu bisa kembali dikelola
“Dalam Demplot itu nantinya sebagai wadah untuk edukasi kepada para petani khususnya petani milenial,  yang saat ini keterlibatan petani milenial sangat besar, bahkan terobosan petani milenial asal Kobar telah membawa nama harum Kobar bahkan Kalimantan Tengah di Pekan Nasional KTNA,” ujar Syahrian.
Syahrian juga menambahkan, keberadaan demplot pertanian sebagai sebagai wadah untuk edukasi, juga sebagai ikon bagi masyarakat, seperti demplot Peda KTNA XIV Kalteng di Sport Center, saat ini masih ramai dikunjungi masyarakat.
“Lahan demplot di Sport Center sangat terbatas hanya 4 hektar, saat ini dikembangkan tanaman hortikultura dan peternakan saja , sehingga keberadaan demplot di Jalan Padat Karya Gang Rambutan ini seluas 10 hektar sangat mendukung perkembangan sektor pertanian Kobar,  untuk itu kami memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah untuk mempertahankan demplot pertanian yang saat ini di sengketakan,” tegas Syahrian. (Yulia)
-
-
-