PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Siapa sangka, di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Palangka Raya, tumbuh hamparan hijau yang menyejukkan mata. Deretan pakcoy yang ditanam sebulan lalu kini siap dipanen, membawa keceriaan tersendiri bagi warga binaan yang menanam dan merawatnya.
Suasana brandgang lapas pagi itu terasa berbeda. Warga binaan tampak sibuk memotong satu per satu sayuran segar, dengan senyum yang tak bisa mereka sembunyikan. Panen ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol harapan dan semangat baru yang terus tumbuh di balik tembok lapas.
Kepala Lapas Perempuan Palangka Raya Hani Anggraeni, mengatakan program agribisnis pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus wujud nyata ketahanan pangan.
“Kami ingin memberikan bekal positif, terutama keterampilan bertani. Hasil panen bisa memenuhi kebutuhan dapur lapas, sebagian juga dijual ke masyarakat. Dari situ warga binaan mendapat tambahan penghasilan,” jelas Hani, Senin (25/8).
Lebih dari sekadar keterampilan, aktivitas ini juga membawa dampak psikologis yang besar. Warga binaan merasa lebih bersemangat menjalani hari karena punya kegiatan bermanfaat. Mereka belajar disiplin, kerja sama, hingga teknik bertani mulai dari cara sederhana sampai hidroponik.
Program ini tak lepas dari dukungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya yang rutin memberikan bimbingan teknis. Mulai dari penyemaian bibit, teknik menanam, sampai perawatan tanaman, semuanya dipelajari warga binaan dengan penuh antusias. Hasilnya, panen pakcoy kali ini lebih maksimal dibanding sebelumnya.
“Rasanya bangga sekali bisa lihat tanaman yang kita rawat tumbuh subur. Semoga nanti setelah keluar, saya bisa memulai usaha kecil-kecilan di rumah,” ungkap salah satu warga binaan dengan mata berbinar.
LPP Palangka Raya berharap, lewat program pertanian ini, warga binaan tidak hanya siap kembali ke masyarakat, tetapi juga memiliki keterampilan nyata untuk membuka usaha mandiri. Panen pakcoy di balik jeruji menjadi bukti bahwa pembinaan bukan sekadar teori, melainkan praktik hidup yang mampu menumbuhkan kemandirian, harapan, dan masa depan baru. fwa











