PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggalakkan pemeriksaan kesehatan gratis, terutama bagi pelajar. Program ini difokuskan pada deteksi dini berbagai penyakit.
Beberapa sekolah pun tengah melakukan cek kesehatan gratis. Adapun permasalahan yang banyak ditemukan adalah masalah gula darah dan kesehatan gigi pada pelajar.
Kepala Dinkes Kalteng dr Suyuti Syamsul menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara berkala dengan sistem rujukan apabila ditemukan indikasi penyakit.
“Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan ada patologi, maka akan dikirim ke rumah sakit. Rujukan menggunakan BPJS-nya. Yang tidak memakai BPJS, kalau dia ke rumah sakit provinsi, kita bantu melalui kelas III gratis,” kata Suyuti, di Palangka Raya, Senin (25/8).
Ia memastikan mayoritas masyarakat Kalteng sudah terlindungi BPJS. “Tapi 98 persen penduduk Kalteng itu sudah punya BPJS, jadi aman,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan di sejumlah sekolah sudah menemukan beberapa indikasi masalah kesehatan.
“Kita sudah menemukan, mulai menemukan satu gula darah yang tinggi. Nah tentu itu satu karena pola makan yang tidak betul. Yang kedua jarang bergerak. Nah itu yang banyak kita temukan,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa persoalan gigi pada usia remaja juga cukup dominan.
“Kalau pengalaman orang dewasa yang kita periksa, 60 persen bermasalah dengan gigi. Gigi tujuh yang banyak, sangat banyak. Ya, tentu satu. Kalau kuncinya gigi ini kan sikat gigi yang keliru,” jelasnya.
Suyuti pun memberikan edukasi terkait cara menyikat gigi yang benar. “Satu, sikat giginya kalau pagi, bukan pada saat mau tidur. Yang betulnya itu kan pada saat mau tidur. Itu satu. Yang kedua, cara sikat gigi yang keliru. Sikat gigi itu mencungkil, bukan begini. Itu ya. Yang ketiga, memang ada orang-orang tertentu yang pasti karang giginya cepat. Nah, kalau karang giginya banyak, sekali setahun dia dapat gratis di BPJS itu menggunakan pembersihan gigi. Satu kali setahun,” paparnya.
Untuk mencegah penyakit gula darah, ia menekankan pentingnya menjaga pola makan. Kuncinya hindari makan makanan yang terlalu banyak diolah. Makanan sasetan, minuman kemasan, hindari. Yang ketiga, banyak olahraga. Minimal setiap hari 30 menit aktivitas fisik. Baik jalan kaki, bersihkan rumah. Itu akan mengurangi kenaikan gula darah.
Ia menambahkan, program pemeriksaan akan terus berjalan. Rencana 300 hari ini di SMAN 5 Palangka Raya pihaknya punya dua cara. Puskesmas yang ke sekolah, atau satu kelas setiap hari ke Puskesmas. Terserah saja pengaturan antar mereka. Sampai juga kalau ada masyarakat yang mau periksa, tinggal datang ke Puskesmas. Gratis, sekali setahun. Tidak usah tunjukkan kartu, cukup KTP saja.
Suyuti menegaskan bahwa layanan pemeriksaan kesehatan terbuka bagi siapa saja. “Kalau mau sekarang langsung boleh, masih jam 10 masih bisa. Dan ditanya mereka, pokoknya datang aja kasih tahu,” pungkasnya. ldw











