PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinamika terkait pemotongan dana Transfer ke Daerah atau TKD masih berlangsung. Terbaru, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam momen Upacara Hari Pemuda ke-97 dan Hari Oeang ke-79 yang dikutip dari YouTube Kementerian Keuangan, menyampaikan pentingnya pengelolaan anggaran secara baik dan benar.
”Saya mengapresiasi paradigma baru dalam kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya yang mendorong tata kelola keuangan yang lebih baik. Sikapnya yang berkunjung ke kementerian/lembaga negara dan mengagendakan pendampingan agar penyerapan anggaran sungguh efektif dan efisien perlu ditindaklanjuti dengan serius,” kata Agustin Teras Narang, Anggota DPD RI Dapil Kalteng, Senin (3/11).
Dalam hal perbaikan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD, Teras Narang juga menganjurkan dan mendesak, agar Menteri Keuangan Purbaya juga dapat turun ke tingkat provinsi. Menemui pemangku kepentingan anggaran provinsi, kabupaten dan kota. Bersama atau melalui jajaran di Kementerian Keuangan, untuk menjalankan pembinaan dalam tata kelola anggaran yang intensif.
”Ini akan menjadi model pembinaan baru sekaligus memotivasi sungguh seluruh pemangku kepentingan APBD, untuk mengelola pembangunan daerah yang tepat sasaran dan memberi dampak peningkatan kualitas kesejahteraan rakyat,” ujar mantan Gubernur Kalteng dua periode tersebut.
Menurutnya, bagaimanapun target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan semata urusan pemerintah pusat, tapi terkait juga dengan daerah. Maka ketika pemotongan TKD didasari sikap kurang yakinnya pemerintah pusat dalam tata kelola anggaran di daerah, maka pemerintah pusat baik Kementerian Keuangan maupun kementerian terkait lainnya, agar menjalankan fungsi pembinaan yang mengarah pada perbaikan, penataan, dan optimalisasi perencanaan, pengawasan dan penggunaan anggaran di daerah, dengan semangat otonomi yang seluas-luasnya dalam bingkai NKRI.
Bapak Pembangunan Kalteng ini berharap, semoga dengan semangat kebersamaan, semangat gotong royong, sebagai cara baru dalam kepemimpinan serta pembinaan di daerah, tata kelola anggaran kita semakin lebih baik, transparan, tepat sasaran, dan punya dampak kesejahteraan yang berkemanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? ist





