PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Sepanjang tahun 2025 ini akibat perubahan cuaca ekstrem, Kabupaten Kotawaringin Barat kerap diterjang bencana, seperti banjir , tanah longsor dan abrasi pantai, kejadian demi kejadian menyebabkan kerusakan baik lingkungan maupun infrastruktur jalan maupun jembatan. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni melalui Sekretaris BPBD Kobar Reneli.
Menurut Reneli, akibat curah hujan tinggi menyebabkan daerah aliran sungai meluap ke pemukiman penduduk dan merusak fasilitas umum lainnya. Sebagian besar banjir menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, bahkan untuk masyarakat di sepanjang pantai Kumai, amukan gelombang pasang pun kerap terjadi sehingga menggerus akses jalan penghubung dan jembatan.

“Di Kobar ini hampir semua Kecamatan masuk wilayah banjir dan longsor, untuk itu kami pun kerap melakukan patroli dan berkomunikasi langsung dengan pihak kecamatan maupun Desa, agar setiap ada kejadian untuk segera melapor, dan kami langsung menerjunkan tim TRC (Tim Reaksi Cepat),” kata Reneli, Selasa (30/10).
Setiap kejadian bencana, lanjut Reneli, tim TRC bertugas melakukan kajian cepat di lokasi kejadian, mengumpulkan data kerusakan dan kerugian, serta memberikan dukungan logistik disaat tanggap darurat.
Reneli menambahkan juga, serangkaian bencana pada tahun 2025 di Kabupaten Kotawaringin Barat baik bencana banjir, gelombang pasang, abrasi, cuaca ekstrim, dan tanah longsor kerena meningkatnya debit air Sungai Arut, Sungai Lamandau dan Sungai Kumai.

Seperti pada periode 1, yakni dimulai tanggal 28 Februari 2025, periode II tanggal 12,15, 18 Maret,periode IIl, tanggal 14 Juli, perode IV tanggal 03,04,10, 12,14,19,20,29 September 2025 lokasi terkena bencana antara lain, di Kecamatan Arut Selatan terjadi pada Desa Terantang 1 dan Il, Kelurahan Mendawai Sebrang, Raja Sebrang Mendawai Sebrang, Desa Natai Baru, Desa Kumpai Batu Bawah I dan II, Kelurahan Raja Sebrang, Kelurahan Baru, Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Madurejo, Kelurahan Raja.
Kemudian Kecamatan Arut Utara, banjir menerjang desa Naga Mua, Desa Panahan, Desa Sambi, Desa Kerabu dan Kelurahan Pangkut.
Banjir pun menerjang Kecamatan Kotawaringin Lama akibat meluapnya sungai Lamandau, jalan penghubung antara Desa pun terendam banjir sehingga akses yang bisa digunakan oleh warga hanya melalui sungai, selain itu dampak banjir pun mengakibatkan warga membutuhkan pasokan air bersih.
Untuk Kecamatan Kotawaringin Lama, wilayah yang terdampak banjir, yakni Desa Ipuh Bangun Jaya I,dan 1, Desa Bangun Jaya RT.l dan RT.4, Kotawaringin Hilir, Kotawaringin Hulu, Desa Rungun, Desa Kondang dan Desa Lalang.
Samahalnya dengan Kecamatan Pangkalan Banteng, banjir menerjang desa Arga Mulia, Desa Sungai Pakit I dan II menuju makam I dan Makam Il, Desa Sungai Hijau.
Untuk Wilayah Kecamatan Pangkalan Lada, akibat curah hujan sebuah jembatan yang menghubungkan Rw 07 ke RW 01 Desa Pandu Sanjaya rusak tergerus air sehingga jalan penghubung antar desa pun terputus.

“Untuk Kecamatan Kumai, banjir pun menerjang Kelurahan Kumai Hulu dan Kumai Hilir, wilayah Kumai ini sangat rawan banjir rob, terutama desa-desa di sepanjang pesisir pantai, seperti Desa Keraya I dan II, Desa Sabuai, Sabuai Timur, desa0desa sepanjang pesisir pantai rawan terjangan gelombang pasang. Hal ini sangat mengkhawatirkan terutama untuk keselamatan masyarakat, sehingga pada saat kejadian abrasi pantai, kami pun mendatangkan geobag sebagai tanggul sementara,” ujar Reneli.
Reneli juga menyampaikan, akibat bencana yang ditimbulkan, antara lain terjadi kerusakan pada sektor permukiman, sektor infrastruktur, sektor ekonomi, sektor sosial, sektor lintas sektor terganggunya ekonomi terganggunya fungsi layanan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, dan adanya peningkatan risiko pasca bencana.
Dan lanjutnya, dampak dari kejadian bencana antara lain adanya potensi penurunan kapasítas ekonomi pemerintah dan masyarakat, potensi perubahan lingkungan dan daerah aliran sungai, potensi menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan, bahkan potensi terhebatnya pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Barat.(Yulia)





