Hukrim

Evaluasi Operasi Zebra Telabang 2025, Dirlantas: Kami Tidak Bangga dengan Tingginya Penegakan Hukum

18
×

Evaluasi Operasi Zebra Telabang 2025, Dirlantas: Kami Tidak Bangga dengan Tingginya Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini
Evaluasi Operasi Zebra Telabang 2025, Dirlantas: Kami Tidak Bangga dengan Tingginya Penegakan Hukum
Dirlantas Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Tengah menegaskan bahwa Operasi Zebra Telabang 2025 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi lebih pada menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Hal tersebut disampaikan Dirlantas Polda Kalteng, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, dalam evaluasi pelaksanaan operasi yang telah berlangsung selama 14 hari.

Ia menjelaskan, arahan Korlantas Polri untuk Operasi Zebra tahun ini menitikberatkan pendekatan humanis melalui edukasi dan penyuluhan, bukan semata-mata pada tingginya jumlah tilang. Menurutnya, keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya penegakan hukum, baik tilang manual, ETLE statis maupun handheld.

“Kami tidak bangga dengan tingginya angka penegakan hukum. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana memberikan edukasi sehingga masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas, terutama menjelang Operasi Lilin, Natal, dan Tahun Baru,” ujarnya, Selasa (2/12).

Ditlantas Polda Kalteng juga melakukan pemetaan sejumlah titik rawan atau black spot dan trouble spot di berbagai daerah. Trouble spot adalah wilayah yang rawan kemacetan dan pelanggaran, dengan karakteristik berbeda di setiap lokasi.

Di Kota Palangka Raya, titik prioritas penertiban meliputi kawasan rawan balapan liar, pelanggaran lampu merah, kebut-kebutan, melawan arus, termasuk area bandara dan sejumlah ruas jalan utama.

Hasil pelaksanaan dua pekan Operasi Zebra Telabang 2025 menunjukkan tren peningkatan jumlah pelanggaran pada minggu pertama, termasuk penegakan hukum melalui ETLE. Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024.

Namun pada minggu kedua, setelah penguatan kegiatan preventif, edukatif, dan sosialisasi secara masif, jumlah pelanggaran mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pihak kepolisian menilai hal ini sebagai indikator keberhasilan utama operasi.

“Di minggu kedua, pelanggaran justru turun. Ini menunjukkan masyarakat mulai memahami dan memperbaiki perilaku berlalu lintas. Bagi kami, turunnya pelanggaran dan kecelakaan adalah ukuran keberhasilan yang sebenarnya,” kata Yusep.

Selain penertiban, Ditlantas Polda Kalteng terus mengedepankan program Polantas Menyapa sebagai pendekatan humanis kepada masyarakat. Program ini menyasar penyampaian informasi, imbauan tertib berlalu lintas, serta interaksi langsung antara petugas dan pengendara.

Menjelang Operasi Lilin, kegiatan sosialisasi dan upaya pencegahan akan terus ditingkatkan. Ditlantas juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan saat berkendara.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. dte