*Fokus Perkuat PAD dan Tata Kelola Pemerintahan
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Arbert Tombak resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Palangka Raya pada Selasa (9/12) malam. Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya.
Sebelum resmi menduduki jabatan tersebut, Arbert melalui proses panjang seleksi terbuka yang diselenggarakan Pemerintah Kota Palangka Raya. Ia sebelumnya mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Sekda, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pejabat definitif melalui mekanisme yang transparan dan kompetitif.
Dengan jabatan barunya, Arbert menegaskan komitmennya untuk mengamankan sekaligus mendorong tercapainya seluruh program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) serta visi misi Wali Kota.
Sesaat usai pelantikan, Arbert menyoroti beratnya tantangan fiskal yang akan dihadapi pemerintah daerah pada tahun 2026, termasuk adanya pengurangan Transfer Keuangan Daerah dari Pemerintah Pusat sebesar kurang lebih Rp253 miliar. Meski begitu, ia memastikan bahwa berbagai program daerah akan tetap berjalan dengan penyelarasan pada agenda-agenda strategis.
“Terkait dengan keterbatasan fiskal seluruh Indonesia mengalami, tidak ada daerah yang terkecuali, Palangka Raya mengambil kontribusi, ya karena memang sudah dipatok ya dari pemerintah pusat bahwa kita menerima pengurangan transfer keuangan daerah lebih kurang Rp253 miliar untuk tahun anggaran 2026. Namun, strategi kita ke depan kita tetap menggali sumber-sumber yang pasti ya, sumber-sumber pendapatan asli daerah dan mensiasati efisiensi dan itu sudah mulai sekarang kita lakukan,” ujar Arbert.
Arbert mengungkapkan, arah kebijakan strategis ke depan sudah sejalan dengan perhatian Wali Kota, yakni tiga fokus besar, pertama kelola sumber daya manusia, penguatan perekonomian dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penerapan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Ketiga fokus ini, kata Arbert, menjadi landasan utama dalam menyusun langkah-langkah strategis menghadapi keterbatasan fiskal tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik maupun pembangunan daerah.
Sebagai langkah awal, Arbert menekankan pentingnya memperkuat jejaring sumber PAD, terutama dari sektor-sektor yang selama ini belum tergarap maksimal.
Sektor reklame menjadi salah satu sasaran utama evaluasi, mulai dari tarif, regulasi, SOP perizinan hingga penataan titik-titik pemasangan. Selain itu, retribusi parkir, retribusi UMKM, dan optimalisasi fungsi pasar juga akan menjadi prioritas.
Tidak hanya itu, pajak bumi dan bangunan (PBB) juga akan dikaji ulang. Arbert menegaskan bahwa evaluasi PBB tidak melihat kemampuan bayar warga, melainkan tingkat efektivitas penagihan.
“Ke depan tidak menutup kemungkinan pajak bumi bagunan juga akan kita evaluasi, karena selama ini salah satu sumber utama pendapatan daerah kita juga dari pajak bumi dan bangunan, dengan tidak melihat apa sih penyebab dari tidak maksimalnya penerimaan dari PBB kita tidak melihat dari kemampuan warganya tetapi kita melihat dari berapa persen bisa tertagi,” jelasnya.
Di tengah dinamika fiskal nasional, Arbert memastikan Pemerintah Kota Palangka Raya akan tetap adaptif. Ia menegaskan, seluruh strategi yang disusun adalah bagian dari upaya menyukseskan visi misi Wali Kota serta memastikan roda pemerintahan berjalan efektif.
Dengan posisi strategis sebagai Sekda definitif, Arbert Tombak kini memikul peran penting dalam mengawal pembangunan Kota Palangka Raya agar tetap melaju meskipun berada dalam situasi fiskal yang menantang. nws





