Hukrim

Piton 4 Meter Satroni Kandang Ayam Warga Tingang

46
×

Piton 4 Meter Satroni Kandang Ayam Warga Tingang

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI-Tim ERP ketika mencoba mengeluarkan ular piton dari kandang ayam warga. FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Ketenangan warga di Jalan Tingang XXII, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya mendadak berubah menjadi ketegangan pada Sabtu (20/12) malam.

Seekor ular piton berukuran besar ditemukan menyelinap ke dalam kandang ayam milik warga, memicu kepanikan di lingkungan sekitar.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 23.00 WIB saat pemilik kandang mendengar suara gaduh yang tidak biasa dari arah ternaknya.

Saat dilakukan pengecekan menggunakan penerangan seadanya, pemilik rumah dikejutkan dengan penampakan seekor ular yang melingkar erat di struktur kayu penyangga atap seng kandang.

Mendapat laporan tersebut, Tim Emergency Response Palangka Raya (ERP) melalui Divisi Animal Rescue segera meluncur ke lokasi pada pukul 23.45 WIB untuk melakukan tindakan penyelamatan.

Ketua Tim Animal Rescue ERP Muhammad Noor Islami atau yang akrab disapa Ammy menjelaskan bahwa proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tim di lapangan menghadapi kendala ruang gerak yang sangat terbatas.

“Kondisi kandang cukup sempit dan ular bersembunyi di balik kayu penahan atap, sehingga kami harus ekstra hati-hati. Kami menggunakan penjepit khusus (snake tong) untuk menarik ular keluar tanpa melukainya maupun membahayakan personel,” ujarnya.

Ular yang berhasil dievakuasi merupakan jenis Malayophyton reticulatus atau Ular Sawa dengan panjang mencapai 4 meter. Predator ini diduga kuat merupakan oknum yang sering memangsa unggas dan hewan ternak warga di wilayah tersebut, mengingat area belakang pemukiman masih berupa hutan rawa dengan rumput tinggi.

Pasca evakuasi, pihak ERP memberikan pesan penting kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan berbatasan langsung dengan hutan atau rawa.

Pertama, warga diminta rutin memotong rumput tinggi dan membersihkan tumpukan barang bekas di sekitar rumah agar tidak menjadi sarang persembunyian ular atau tikus yang merupakan mangsa alami ular.

Kemudian, pastikan area kandang memiliki penerangan yang cukup dan struktur yang rapat guna meminimalisir celah masuknya predator. Tim ERP sangat menghimbau agar warga tidak mencoba menangani sendiri ular berukuran besar, apalagi tanpa alat pelindung diri.

“Jika melihat keberadaan satwa liar yang masuk ke pemukiman, segera hubungi call center ERP atau pihak berwenang. Kami siap membantu 24 jam demi keamanan warga,” tambah Ammy. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *