PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bank Kalteng berhasil mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai Rp400 miliar. Prestasi ini diapresiasi oleh DPRD Kalimantan Tengah, yang menilai BUMD tersebut terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam aset, penyaluran kredit, dan dana pihak ketiga.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD beberapa waktu lalu, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah, memaparkan sejumlah capaian penting termasuk aset mengalami peningkatan.
“Aset Bank Kalteng meningkat 22,20 persen menjadi Rp20,6 triliun. Penyaluran kredit naik 9 persen menjadi Rp11,7 triliun, sementara dana pihak ketiga melonjak 28 persen menjadi Rp13,8 triliun. NPL net atau kredit macet tetap terkendali di 1,37 persen,” jelas Maslipansyah.
Lebih lanjut, Maslipansyah menegaskan, kinerja positif ini menempatkan Bank Kalteng sebagai BUMD yang produktif dan memiliki daya saing tinggi. Seiring dengan peningkatan pelayanan, aset, dan kualitas keuangan, Bank Kalteng menargetkan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia dalam 2-3 tahun ke depan.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng Yohanes Freddy Ering menyampaikan apresiasi tinggi terhadap progres dan kinerja yang ditunjukkan oleh Bank Kalteng. Ia menegaskan dukungannya terhadap rencana Bank Kalteng untuk menjadi perusahaan publik (Go Publik) sebagai langkah strategis memperkuat posisi bank daerah di tengah persaingan industri perbankan.
“Pada prinsipnya, Komisi I sangat mengapresiasi performa Bank Kalteng selama ini. Kami mendukung sepenuhnya keinginan mereka untuk Go Publik, karena ini menjadi bukti keseriusan bank dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme,” ujar Freddy.
Selain itu, rencana pembukaan cabang Bank Kalteng di Jakarta juga mendapat respons positif dari anggota dewan. Menurut Freddy, langkah ini akan membuka peluang lebih besar bagi bank untuk merangkul nasabah korporasi, sekaligus memperluas jaringan pelayanan di luar Kalteng.
“Pembukaan cabang di Jakarta tentu menjadi peluang emas bagi Bank Kalteng. Tapi, menuju ke sana, tentu harus disertai penguatan modal inti, kualitas layanan, sarana dan fasilitas yang memadai, serta produk perbankan yang kompetitif,” lanjutnya.
Freddy menekankan pentingnya digitalisasi dan inovasi teknologi informasi sebagai bagian dari strategi pengembangan bank. Ia berharap jajaran manajemen Bank Kalteng lebih agresif dalam merangkul perusahaan-perusahaan besar, baik di sektor perkebunan maupun pertambangan.
“Selain ekspansi fisik, Bank Kalteng harus memaksimalkan layanan digital. Hal ini akan memperkuat daya saing dan memastikan masyarakat di pelosok Kalteng tetap dapat mengakses layanan perbankan,” jelas Freddy.
Dengan langkah-langkah tersebut, Freddy berharap julukan “Bank Ulu Itah Bank Daerah” tidak hanya menjadi slogan semata, tetapi mencerminkan komitmen Bank Kalteng dalam memberikan layanan maksimal bagi seluruh masyarakat Kalteng. jef











