-
Hukrim

85 Persen Kasus Kebakaran Dipicu Masalah Listrik

145
×

85 Persen Kasus Kebakaran Dipicu Masalah Listrik

Sebarkan artikel ini
Urianinu Napulangit
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi di sejumlah kawasan permukiman padat di Kota Palangka Raya belakangan ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak.

Selain menimbulkan kerugian material, kejadian tersebut juga meningkatkan kekhawatiran masyarakat karena beberapa peristiwa kebakaran terjadi secara berurutan dan berada di lokasi yang berdekatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, menyampaikan bahwa penyebab kebakaran paling dominan dalam beberapa tahun terakhir berasal dari masalah instalasi listrik.

“Kalau dilihat dari catatan kami selama tiga tahun terakhir, yakni 2023, 2024 hingga 2025, penyebab kebakaran tertinggi memang berasal dari konstruksi atau instalasi listrik,” ujarnya kepada Tabengan, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, sekitar 85 persen kasus kebakaran yang terjadi dalam periode tersebut dipicu oleh masalah pada instalasi listrik, baik akibat kabel yang sudah tidak layak pakai, sambungan listrik yang tidak standar, hingga penggunaan listrik yang melebihi kapasitas.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan faktor-faktor yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya saat meninggalkan rumah.

Menurutnya, masyarakat perlu memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum bepergian, baik hanya untuk aktivitas sehari-hari maupun dalam waktu yang cukup lama, seperti lebih dari 24 jam atau ketika keluar kota.

“Jika meninggalkan rumah, sebaiknya benar-benar memastikan terlebih dahulu seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman. Pastikan alat-alat listrik sudah dimatikan atau dicabut dari sumber listrik,” imbaunya.

Ia menjelaskan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan stop kontak dan instalasi listrik yang berpotensi mengalami kelebihan beban atau overload. Kondisi tersebut kerap terjadi ketika terlalu banyak perangkat listrik terhubung dalam satu sumber listrik yang sama.

“Kontak-kontak listrik yang berpotensi overload terhadap kapasitas kabel maupun stop kontak perlu diperhatikan. Itu menjadi salah satu penyebab yang sering memicu kebakaran,” jelasnya.

Selain instalasi listrik, masyarakat juga diminta memeriksa peralatan yang menggunakan api sebelum meninggalkan rumah. Hal tersebut termasuk kompor, baik kompor gas maupun kompor minyak tanah.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kondisi di rumah masing-masing, termasuk melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan kelayakan dan keamanannya.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Dengan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum meninggalkan rumah, kita bisa mencegah potensi kebakaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. dte/red

-
-
-