DPRD PROV. KALTENG

Dewan Temukan Pasokan BBM ke SPBU P Raya Dikurangi, Junaidi Desak Kuota Ditambah   

82
×

Dewan Temukan Pasokan BBM ke SPBU P Raya Dikurangi, Junaidi Desak Kuota Ditambah   

Sebarkan artikel ini
INSET Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi saat menemui aksi massa baru baru ini. FOTO TABENGAN/JEVI

+DPRD Kalteng Akan RDP dengan Pertamina

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax mendapat sorotan dari Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi. Ia mendesak Pertamina segera menambah pengiriman BBM ke SPBU guna mengurai antrean yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir.

Menurut Junaidi, kondisi di lapangan menunjukkan distribusi BBM ke SPBU diduga belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, ia menilai klaim stok aman yang disampaikan pihak Pertamina perlu dibuktikan dengan langkah nyata di lapangan.

“Kita mendukung dan sepakat apabila ada elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi kepada Pertamina. Karena kalau antrean sudah terjadi di mana-mana seperti ini, tentu ada persoalan yang harus segera diselesaikan,” ujarnya kepada wartawan di Palangka Raya, Jumat (8/5).

Ia mengatakan, berdasarkan temuan pihaknya saat melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU, terdapat indikasi pengiriman BBM mengalami pengurangan dibanding kebutuhan normal.

“Kami sempat menanyakan langsung ke SPBU. Biasanya kebutuhan satu SPBU dalam sebulan sekitar 16 tangki, tetapi yang datang hanya sekitar delapan tangki. Artinya ada kekurangan distribusi,” katanya.

Politisi Demokrat itu menilai, pernyataan stok BBM aman tidak cukup apabila distribusi ke SPBU tidak berjalan optimal. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bersama Pertamina segera mengambil langkah konkret.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan sekadar retorika, tetapi langkah nyata dari Pertamina, pemerintah kota, maupun pemerintah provinsi,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Junaidi meminta Pertamina meningkatkan pasokan Pertalite dan Pertamax hingga dua kali lipat untuk sementara waktu agar antrean dapat segera terurai.

“Langkahnya sederhana saja. Untuk sementara, tolong pengiriman Pertamax dan Pertalite ke SPBU-SPBU di Kota Palangka Raya ditambah hingga 100 persen dari pengiriman saat ini supaya antrean cepat teratasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, konsumsi masyarakat akan kembali normal apabila pasokan BBM tersedia dengan cukup di SPBU. Menurutnya, masyarakat membeli BBM karena kebutuhan, bukan untuk penimbunan.

“Kalau Pertamax dan Pertalite tersedia cukup, masyarakat tentu tidak akan membeli berlebihan. BBM ini juga untuk kebutuhan umum,” katanya lagi.

Junaidi menegaskan DPRD Kalteng akan segera memanggil pihak Pertamina di Kalteng serta pemilik SPBU di Kota Palangka Raya apabila persoalan ini terus berlanjut. DPRD ingin memastikan penyebab utama kelangkaan dan antrean panjang BBM benar-benar diketahui secara terbuka.

“Kalau kondisi ini terus berlarut-larut, kami akan menggelar rapat dengar pendapat dengan Pertamina dan pemilik SPBU. Kami ingin memastikan apakah distribusinya memang kurang atau ada persoalan lain di lapangan,” pungkasnya. Jef/ded-red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *