PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pasar murah khusus mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng yang jatuh pada 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap mahasiswa, khususnya yang berasal dari desa dan wilayah pedalaman.
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran mengatakan, peringatan Hari Jadi ke-69 Kalteng merupakan momentum penting bagi seluruh masyarakat Bumi Tambun Bungai untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pembangunan daerah.
“Tanggal 23 Mei 2026 merupakan momen penting bagi seluruh masyarakat Bumi Tambun Bungai, di mana kita akan merayakan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Agustiar Sabran, di Palangka Raya, Rabu (20/5/2026).
Ia menegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sebagai pemangkasan semata, melainkan penggunaan anggaran secara tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat.
“Efisiensi jangan dimaknai pemangkasan dan pemotongan anggaran, tapi efisiensi harus dimaknai untuk penggunaan anggaran secara tepat dan bermanfaat, karena setiap sen uang rakyat bukan hanya mampu dipertanggungjawabkan, tapi setiap sennya harus bermanfaat,” tegasnya.
Menurut Agustiar, pasar murah tersebut digelar sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah kepada generasi muda Kalteng, terutama mahasiswa yang membutuhkan bantuan pemenuhan kebutuhan pokok.
“Pasar murah ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari desa atau pedalaman, para penerima KIP Kuliah, serta mahasiswa kurang mampu atau membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus hadir mendukung pendidikan dan masa depan mahasiswa di Kalteng.
“Selaku Gubernur, kami berkomitmen untuk hadir mendukung cita-cita anak-anakku mahasiswa-mahasiswi Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Agustiar menambahkan, pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar mahasiswa dapat terpenuhi agar mereka dapat fokus menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.
“Kami ingin memastikan anak-anakku semua terpenuhi kebutuhannya, baik pendidikan, kesehatan, maupun pangan, sehingga dapat fokus belajar dan fokus mengejar cita-cita,” katanya.
Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng tahun 2026 hanya sebesar Rp5,4 triliun, menurutnya program yang menyentuh langsung masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khususnya pembangunan sumber daya manusia.
“Program-program yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya pembangunan SDM, tetap kami prioritaskan,” katanya.
Ia menyebut sejumlah program unggulan yang terus diperkuat pemerintah daerah, di antaranya Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana serta program sekolah gratis melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
“Karena masa depan Kalimantan Tengah dan masa depan bangsa Indonesia ada di tangan para generasi muda,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Agustiar juga mengajak mahasiswa untuk terus berani bermimpi besar, berjuang, dan tidak melupakan sejarah perjuangan daerah.
“Saya mengajak anak-anakku semua agar berani bermimpi besar, berani bersaing, dan berani berjuang dengan tidak meninggalkan sejarah, jas merah,” pesannya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, pasar murah tersebut digelar khusus bagi mahasiswa dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng.
“Bapak Gubernur memberikan pesan moral spesial Hari Jadi ke-69 ini bagi para mahasiswa, dengan tujuan membantu mahasiswa Kalimantan Tengah agar dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Selain membantu mahasiswa, kegiatan tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok serta mengendalikan inflasi daerah.
“Kegiatan ini juga untuk mendorong stabilisasi harga dengan ketersediaan bahan pokok serta mengendalikan laju inflasi daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, pasar murah diperuntukkan bagi mahasiswa dari kabupaten dan kota di wilayah pedalaman Kalteng dengan total penerima manfaat sekitar 3.500 mahasiswa.
“Jumlah penerima manfaat kegiatan ini sekitar 3.500 mahasiswa,” pungkasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng M Reza Prabowo mengatakan, kegiatan ini rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalteng.
Menurut Reza, perhatian Gubernur Kalteng terhadap pendidikan tetap menjadi prioritas meski di tengah kondisi efisiensi anggaran dan tantangan global saat ini.
“Alhamdulillah, hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional. Hari ini juga kita memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Tengah ke-69. Ini bukti wujud konkret dari Bapak Gubernur. Di tengah kondisi efisiensi dan kondisi global seperti saat ini, Bapak Gubernur masih tidak meninggalkan yang namanya pendidikan,” ujar Reza.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi tidak ingin ada siswa maupun mahasiswa Kalteng yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
“Bapak Gubernur tidak meninggalkan satu pun siswa, tidak meninggalkan satu pun mahasiswa, khususnya anak-anak Kalimantan Tengah, terutama anak-anak pedalaman dan mereka yang berhak menerima bantuan dari Bapak Gubernur,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa bersama unsur Forkopimda. Reza menyebut kehadiran para pejabat tinggi itu menjadi motivasi sekaligus penguatan nilai nasionalisme bagi mahasiswa.
“Tadi kita juga menyaksikan kuliah umum. Pak Gubernur memberi kuliah, memberi ceramah. Selain itu, beliau juga mengajak Pangdam, Kapolda, Kabinda, hingga Ketua Pengadilan Tinggi untuk memberikan materi kepada mahasiswa. Itu jenderal-jenderal semua yang menguliahi mahasiswa,” ucapnya.
Menurutnya, materi yang disampaikan berisi pesan moral dan semangat kebangsaan agar mahasiswa semakin sadar pentingnya pendidikan.
“Ada pesan-pesan moral dan hal-hal yang sifatnya meningkatkan nasionalisme kita dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional ini. Tujuannya supaya anak-anak kita di Kalimantan Tengah, khususnya mahasiswa, lebih aware lagi terhadap pendidikan mereka,” jelas Reza.
“Harapan Pak Gubernur, anak-anak Kalimantan Tengah tidak boleh jadi penonton lagi. Anak-anak Kalimantan Tengah harus menjadi tuan di rumahnya sendiri,” tegasnya.
Selain dukungan pendidikan melalui program KIP Kuliah dari pemerintah pusat, Pemprov Kalteng juga memberikan bantuan pangan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama menempuh pendidikan.
Reza menambahkan, bantuan yang diberikan antara lain berupa beras, minyak goreng, dan gula yang disalurkan melalui kolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah.
“Kegiatan hari ini bukan hanya kegiatan Dinas Pendidikan, tetapi kegiatan Pak Gubernur. Kami hanya support. Ada dinas perdagangan, Biro Kesra, Kominfo, dan dinas lainnya yang ikut terlibat. Jadi ini kolaborasi untuk mewujudkan visi-visi Bapak Gubernur,” pungkasnya. ldw/ded-red











