-
PEMPROV KALTENG

JAGAU NYAI KALTENG 2026-Jagau Pulang Pisau dan Nyai Gunung Mas Juara

260
×

JAGAU NYAI KALTENG 2026-Jagau Pulang Pisau dan Nyai Gunung Mas Juara

Sebarkan artikel ini
JAGAU NYAI – Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Agustiar Sabran menyematkan penghargaan kepada Jagau Nyai Kalteng 2026 di Gor Indoor Serbaguna, Selasa (19/5) malam. Tampak Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Forkopimda Kalteng turut hadir di malam penghargaan Jagau Nyai Kalteng 2026. FOTO TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua TP-PKK Kalimantan Tengah (Kalteng) Aisyah Thisia Agustiar Sabran menegaskan bahwa Jagau dan Nyai Kalteng tidak hanya berperan sebagai Duta Pariwisata, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan mitra pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Aisyah saat menghadiri Grand Final Pemilihan Jagau Nyai Kalteng Tahun 2026 yang digelar dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang 2026 di Palangka Raya, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Aisyah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah merupakan representasi generasi muda yang memiliki karakter, wawasan, kecintaan terhadap budaya, serta semangat untuk berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, para finalis bukan hanya dipersiapkan menjadi ikon pariwisata daerah, namun juga sebagai generasi muda yang mampu menginspirasi masyarakat melalui karya dan aksi nyata.

“Para finalis yang hadir malam ini bukan hanya dipersiapkan menjadi duta pariwisata, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan, inspirator, dan mitra pembangunan daerah,” katanya.

Aisyah mengatakan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga budaya lokal, mempromosikan potensi daerah, hingga ikut menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur H Agustiar Sabran untuk mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, bermartabat, dan sejahtera, dibutuhkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

“Jagau dan Nyai memiliki peran penting sebagai wajah generasi muda Kalimantan Tengah yang dapat ikut mendukung berbagai program pemerintah, baik dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penguatan budaya daerah, promosi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, hingga isu penting seperti pencegahan stunting dan perlindungan perempuan serta anak,” tuturnya.

Ia berharap para Jagau dan Nyai terpilih nantinya mampu hadir lebih dekat dengan masyarakat dan dikenal bukan hanya karena gelar yang disandang, melainkan karena kontribusi nyata bagi daerah.

“Jadilah generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar kuat pada nilai budaya dan semangat Huma Betang yang menjadi identitas Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Kepada seluruh finalis, Aisyah berpesan agar menjadikan ajang tersebut sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar dan mengabdi bagi daerah.

“Menang bukan hanya tentang mahkota yang dikenakan malam ini, tetapi tentang seberapa besar dampak yang dapat diberikan untuk masyarakat dan Kalimantan Tengah tercinta,” tegasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng dr Linae Victoria Aden menyampaikan, Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026 berlangsung pada 17 hingga 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Pemilihan Jagau Nyai Kalteng Tahun 2026 diikuti 13 pasang peserta dari kabupaten dan kota se-Kalteng yang telah menjalani berbagai tahapan seleksi sejak 15 hingga 19 Mei 2026.

“Peserta mengikuti tahapan tes tertulis, tes wawancara, unjuk bakat, hingga grand final yang malam ini dilaksanakan,” katanya.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan pembekalan melalui kelas pematerian dengan menghadirkan narasumber kompeten, serta melakukan kunjungan ke UPT Museum Balanga, UPT Taman Budaya, dan Dekranasda Kalteng.

Linae menilai sektor pariwisata menjadi salah satu pilar strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat identitas budaya lokal.

“Melalui Pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026, kita mencari figur yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga cerdas, komunikatif, serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan pariwisata daerah,” ujarnya.

Menurutnya, Jagau dan Nyai bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga agen perubahan yang mampu membangun citra positif Kalteng di tingkat nasional maupun internasional.

“Jagau dan Nyai bukan sekadar simbol budaya, tetapi agen perubahan yang turut membangun citra positif daerah dan masa depan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Linae juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber, dewan juri, peserta, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Di akhir acara, dewan juri menetapkan perwakilan Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Gunung Mas sebagai Jagau dan Nyai Kalteng 2026. Sementara itu, perwakilan Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara berhasil meraih posisi Wakil Jagau I dan II. Pada kategori Nyai, perwakilan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Selatan terpilih sebagai Wakil Nyai I dan II Kalteng 2026.

Turut hadir memeriahkan acara tersebut Gubernur Kalteng Agustiar Sabran unsur Forkopimda Kalteng, para Bupati/Wali Kota se-Kalteng, Kepala Perangkat Daerah, Putri Indonesia Pariwisata 2024 Tata Juliastrid, serta ribuan masyarakat yang memadati GOR Indoor Serbaguna. ldw/ded-red

 

-
-
-