PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sudah hampir sepekan EY (55) menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palangka Raya setelah menjadi korban pembacokan di kawasan Jalan Mahir Mahar tepatnya sekitar Jalan Dulin Kandang pada Kamis (14/5/2026) lalu. Perlahan, kondisinya mulai membaik, luka di tubuhnya masih memerlukan penanganan medis, namun semangatnya untuk pulih mulai terlihat.
Saat ditemui wartawan pada Rabu (20/5/2026), korban tampak lebih tenang dibanding hari-hari awal setelah kejadian. Ia sudah bisa berbicara dengan warga yang datang membesuk, bahkan sesekali mencoba tersenyum ketika diajak berbincang ringan.
Meski begitu, peristiwa yang dialaminya masih meninggalkan trauma mendalam. EY mengaku belum bisa melupakan detik-detik saat dirinya diserang di warung tempat ia berjualan.
“Kadang masih teringat terus. Kalau malam itu sering mimpi di depan warung saya,” ucapnya.
Korban diketahui tinggal sendiri di Kota Palangka Raya. Sementara anak dan keluarganya berada di Kalimantan Timur. Situasi itu membuat dirinya harus menghadapi masa pemulihan tanpa didampingi keluarga inti.
Kondisi tersebut mengetuk kepedulian warga sekitar. Beberapa warga bersama relawan mulai datang memberikan dukungan dan bantuan untuk meringankan kebutuhan korban selama menjalani pengobatan.
Tidak hanya dukungan moral, bantuan dana juga mulai dikumpulkan karena biaya pengobatan korban diperkirakan cukup besar. EY mengaku khawatir dengan biaya rumah sakit yang terus berjalan, sementara dirinya tidak memiliki keluarga dekat di Palangka Raya.
“Sekarang fokus sembuh dulu. Tapi memang biaya pengobatan juga jadi pikiran,” ujarnya.
Asuransi yang dimilikinya disebut tidak dapat digunakan untuk menanggung biaya perawatan dalam kasus tersebut.
Saat ini, korban diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp16 juta untuk pengobatan dan perawatan lanjutan. “Saya berharap ada itikad baik dari keluarga pelaku,” ucapnya.
Korban juga berharap pihak kepolisian dapat mengembalikan telepon genggam miliknya agar ia bisa menghubungi anak dan keluarganya di Kalimantan Timur.
Di tengah keterbatasan yang dialaminya, bantuan dari warga sekitar mulai berdatangan. Sejumlah ibu-ibu yang datang membesuk telah menyerahkan donasi sementara sebesar Rp3 juta untuk membantu biaya pengobatan korban.
Salah satu rekan korban yang turut mengelola penggalangan dana, Lisna Sidiq mengungkapkan bahwa penggalangan bantuan dilakukan secara spontan oleh warga yang merasa iba melihat kondisi korban.
“Beliau ini sendirian di sini. Jadi kami berinisiatif membantu semampunya supaya kebutuhan selama dirawat bisa terbantu,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan penanganan perkara terus berjalan. Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan bahwa korban masih menjalani perawatan dengan kondisi stabil.
“Korban masih dalam tahap pemulihan dan perawatan medis,” katanya saat dikonfirmasi.
Untuk proses hukum, polisi masih menunggu hasil observasi kejiwaan terhadap terduga pelaku berinisial N (33) yang kini menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa.
“Hasil observasi belum keluar, masih berproses,” pungkasnya. dte/redfwa











