-
Hukrim

‎Diduga Usai Cekcok Dengan Kekasih, Mahasiswa Keperawatan Asal Barsel Ditemukan Bunuh Diri

701
×

‎Diduga Usai Cekcok Dengan Kekasih, Mahasiswa Keperawatan Asal Barsel Ditemukan Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
-
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya seorang mahasiswa yang gantung diri di kamar kos kawasan Jalan G. Obos XXIV, Palangka Raya. Foto istimewa.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang mahasiswa program studi keperawatan berinisial LF (19), asal Kabupaten Barito Selatan, ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya di kawasan Jalan G. Obos XXIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Minggu (14/6/2026) sore.
‎
‎Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah pihak keluarga ,yaitu Ibu korban merasa khawatir karena korban saat dihubungi melalui telepon seluler maupun pesanan WhatsApp tak kunjung ada jawaban sejak siang hari. ibu korban kemudian meminta bantuan kepada pemilik kos untuk memeriksa kondisi putranya itu.
‎
‎Pemilik kos, Yanto (47), yang berniat menolong ibu korban mendatangi kamar korban sekitar pukul 14.45 WIB. ia mencoba beberapa kali memanggil korban. Namun, korban tidak menyahut atau merespon panggilannya, kemudian ia melakukan pengecekan ke dalam kamar.
‎
‎Saat Yanto masuk kedalam kamar milik korban, ia terkejut saat menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan kondisi gantung diri. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada warga sekitar dan pihak kepolisian.
‎
‎Personel Pamapta III SPKT Polresta Palangka Raya bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
‎
‎Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban, di antaranya telepon genggam, dompet, kartu identitas, dan dokumen lainnya yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.
‎
‎Setelah dilakukan identifikasi, Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Ruang Jenazah RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan.
‎
‎Dokter Spesialis Kedokteran Forensik RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, dr. Ricka Brillianty, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
‎
‎”Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada keterlibatan pihak lain. Penyebab kematian sesuai dengan hasil pemeriksaan forensik yang telah dilakukan,” ujarnya.
‎
‎Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, menyampaikan bahwa hingga saat ini penyidik belum menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
‎
‎”Kami masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga untuk mengetahui latar belakang kejadian secara menyeluruh. Namun sejauh ini belum ditemukan adanya unsur tindak pidana maupun keterlibatan pihak lain,” kata AKP Eka Palti.
‎
‎Menurutnya, korban diketahui tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Polisi juga tengah mendalami berbagai informasi yang diperoleh dari lingkungan sekitar guna melengkapi proses penyelidikan.
‎
‎Saat ini, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Kabupaten Barito Selatan untuk proses administrasi dan penyerahan jenazah agar dapat segera dipulangkan serta dimakamkan oleh pihak keluarga.
‎
‎Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan korban. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, serta tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami tekanan psikologis atau masalah pribadi yang berat. mak/redfwa.
‎

-
-
-