PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dua peristiwa dugaan bunuh diri dalam waktu berdekatan menggemparkan warga Kota Palangka Raya. Dalam kurun dua hari, dua pria ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dua lokasi yang berbeda. Polisi memastikan kedua kasus masih dalam proses pendalaman meski hasil pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi tindak pidana.
Kasus pertama terjadi di kawasan Jalan G. Obos VIII B, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Rabu (24/6/2026) petang. Korban berinisial KVA (22), seorang karyawan ritel modern asal Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya seorang diri.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 17.45 WIB oleh rekan kerjanya yang merasa curiga karena korban tidak kunjung kembali ke toko setelah meminta izin sejak pagi hari.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 08.00 WIB korban meminta izin kepada kepala toko untuk menyetorkan uang hasil penjualan ke kantor cabang sekaligus mengambil barang yang tertinggal di kos. Namun hingga sore hari korban tidak dapat dihubungi dan tidak kembali bekerja.
Kepala toko kemudian meminta salah seorang rekan kerja korban untuk mengecek ke kos. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa jawaban, saksi akhirnya masuk melalui bagian belakang bangunan dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali nilon di bagian pintu belakang kamar kos.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, membenarkan peristiwa tersebut. Tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah untuk dilakukan pemeriksaan forensik.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat jeratan di leher karena gantung diri,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit telepon genggam, identitas korban, kunci kamar kos, obat-obatan pribadi, serta beberapa barang lainnya untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, sehari berselang, Kamis (25/6/2026) pagi, warga Jalan Pelatuk IV A, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, kembali dikejutkan dengan penemuan seorang pria berinisial SY (36) yang ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar mandi barak tempat tinggalnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang masih berusia 14 tahun yang saat itu mencari ayahnya untuk meminta uang untuk membeli sarapan. Karena tidak menemukan korban, sang anak kemudian membangunkan ibunya. Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan sehelai kain sarung yang terikat pada ventilasi kamar mandi.
Dalam kondisi panik, istri korban berupaya menyelamatkan suaminya dengan memotong kain menggunakan pisau dapur. Namun, saat diturunkan, korban diketahui sudah meninggal dunia.
Menerima laporan tersebut, personel SPKT Polresta Palangka Raya bersama Tim Inafis, Tim ERP dan Rescue LazisMU Kalteng langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.
AKP Eka Palti mengatakan hasil pemeriksaan awal juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tim Inafis telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan luar. Tidak ditemukan indikasi penganiayaan ataupun keterlibatan pihak lain,” katanya.
Petugas mengamankan barang bukti berupa kain yang digunakan korban untuk gantung diri serta pisau dapur yang dipakai keluarga saat mengevakuasi korban.
Menurut informasi yang diperoleh dari keluarga, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi yang sedang dihadapi. Meski demikian, kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan telah membuat surat pernyataan resmi. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Polresta Palangka Raya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan unsur pidana dalam kedua peristiwa tersebut. Namun penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan psikologis, persoalan ekonomi maupun masalah pribadi agar tidak menghadapi permasalahan seorang diri serta segera mencari bantuan kepada keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, maupun tenaga profesional agar kejadian serupa tidak kembali terulang. mak/fwa-red.











