-
Ekobis

BUKAN PENGURANGAN KUOTA-Antrean Pertalite Dipicu Keterlambatan Pengiriman

186
×

BUKAN PENGURANGAN KUOTA-Antrean Pertalite Dipicu Keterlambatan Pengiriman

Sebarkan artikel ini
BUKAN PENGURANGAN KUOTA-Tampak terjadi sejumlah antrean namun tidak panjang, hal ini  Dipicu Keterlambatan Pengiriman. inset Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini. Foto tabengan/doddy
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Antrean kendaraan mulai mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih antrean serupa pernah terjadi sebelumnya dan menimbulkan keresahan terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini memastikan antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan oleh berkurangnya kuota maupun kelangkaan stok Pertalite.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kota Palangka Raya telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengetahui penyebab terjadinya antrean di sejumlah SPBU.

“Kita mendengar memang ada beberapa SPBU yang mengalami antrean Pertalite. Kami juga sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pertamina,” kata Achmad Zaini, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, antrean terjadi karena adanya sedikit keterlambatan dalam proses pengiriman Pertalite.

“Penyebabnya sebenarnya tidak ada masalah dengan stok. Stok dan kuotanya masih tetap, hanya memang ada sedikit keterlambatan pengiriman Pertalite,” jelasnya.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah masyarakat yang beralih dari Pertamax ke Pertalite turut menyebabkan permintaan terhadap BBM bersubsidi tersebut meningkat.

Achmad Zaini menilai, perbedaan harga yang cukup signifikan menjadi salah satu alasan masyarakat memilih menggunakan Pertalite. Harga Pertalite yang berada di kisaran Rp10 ribu per liter dinilai lebih terjangkau dibandingkan Pertamax yang berada di kisaran Rp16 ribu per liter.

“Memang masyarakat banyak beralih dari Pertamax ke Pertalite karena selisih harganya lumayan. Jadi akhirnya masyarakat lebih memilih Pertalite,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kota Palangka Raya meminta Pertamina memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar dan stok tersedia di setiap SPBU. Hal ini penting untuk mencegah munculnya kekhawatiran masyarakat maupun potensi kelangkaan di lapangan.

“Kita meminta kepada Pertamina agar jangan sampai ada kelangkaan, artinya stok tetap tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Achmad Zaini kembali menegaskan, antrean yang terjadi saat ini lebih disebabkan keterlambatan pengiriman, bukan karena pengurangan kuota atau kelangkaan Pertalite.

“Informasinya bukan masalah kuota dikurangi atau kelangkaan. Ini hanya sedikit keterlambatan saja dari Pertamina,” pungkasnya. nws/fwa-red

 

-
-
-