PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Rudiansyah Abdullah, meminta agar masyarakat Kobar tidak panik dan tak perlu Panik Buying dalam pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak), sehingga menyebabkan antrian panjang di SPBU.
Menurut Rudiansyah, pihaknya selalu melakukan pemantauan ketat dalam pendistribusian BBM dari depo Pertamina ke SPBU, termasuk terjadinya antrian di SPBU karena adanya kepanikan dengan isu isu yang tidak dapat di pertanggungjawabkan.
“Kami sebagai mitra dari Pertamina tidak berdiam diri pada saat terjadinya antrian panjang di SPBU, kami kerap melakukan monitoring ke setiap SPBU jika terjadi antrian, untuk mengetahui apa penyebabnya, agar antrian dapat teratasi dengan cepat,” ujar Rudiansyah, Kamis (23/7/2026).
Dimana, lanjut Rudiansyah, antrian di SPBU bukan karena kelangkaan stok BBM, sebab dari pihak Pertamina telah menjamin stok BBM untuk wilayah Kotawaringin Barat aman, sehingga masyarakat jangan panik dan membeli BBM yang berlebihan.
Rudiansyah menambahkan juga perihal pendistribusian BBM ke setiap SPBU telah sesuai apa yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sehingga Pertamina hanya mensuplai BBM tersebut sesuai ketetapan dari BPH Migas.
“Pada prinsipnya kami pemilik SPBU menerima pendistribusian BBM tersebut seusai jumlah dari BPH Migas, berapa pun kami terima dan bayar, kami sangat bersyukur anggota kami sangat kompak dan saling suport sehingga tidak pernah ada kendala,” ujar Rudiansyah.
Lanjutnya, jika saat ini terjadi antrian panjang karena setiap SPBU ketat dalam penyaluran BBM terutama dalam menerapkan penggunaan barcode, selain itu sejak adanya kenaikan BBM jenis Pertamax secara otomatis banyak pembeli yang beralih ke Pertalite.
“Kami imbau kepada masyarakat jangan panik, stok BBM kita aman, tidak perlu membeli secara berlebihan, belilah sesuai kebutuhan saja,” pinta Rudiansyah. yulia/jsi-red











