-
Spirit Kalteng

6 HARI DIRAWAT DI RUMAH SAKIT -Ketua Regu TSAK Jekan Raya Meninggal Usai Padamkan Karhutla

189
×

6 HARI DIRAWAT DI RUMAH SAKIT -Ketua Regu TSAK Jekan Raya Meninggal Usai Padamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
PEJUANG KARHUTLA GUGUR-Suasana rumah duka Ketua Regu TSAK Kelurahan Jekan Raya, Ahmad Rizani, di Jalan Mendawai VI, Kota Palangka Raya, Kamis (27/8/2026). Tampak Ahmad Rizani (tengah) saat bertugas memadamkan api. FOTO TABENGAN/DIRMANTIO
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Kelurahan Jekan Raya. Ketua Regu TSAK, Ahmad Rizani (53) mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif selama enam hari di RSU Betang paMBELUM.

Ahmad Rizani sebelumnya mengalami kondisi kritis setelah tumbang ketika menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Rungan pada Sabtu (22/8/2026). Saat itu, kobaran api disebut mulai mendekati permukiman warga.

Wakil Ketua Regu TSAK Jekan Raya, Mulyadi, mengisahkan kondisi yang terjadi sebelum pejuang karhutla Ahmad Rizani kehilangan kesadaran. Menurutnya, peristiwa tersebut bermula ketika tim melakukan pemadaman sekitar pukul 12.00 WIB.

“Awalnya kita memadam api di belakang Jalan Rungan, sekitar pukul 12.00 WIB, melihat api lagi dekat permukiman. Dia  (Akhmad Rizani) keluar naik motor duluan, sementara kami masih menggulung selang,” ujarnya kepada wartawan saat di tempat kediaman rumah duka, Kamis (27/8/2026).

Ahmad Rizani kemudian lebih dahulu menuju titik api lainnya. Tidak lama berada di lokasi, ia mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya kepada anggota regu.

“Dia bilang sempat pusing, jadi disuruh oleh anggota yang bersama almarhum untuk duduk di pinggir jalan. Belum sempat kami apa-apa, tiba-tiba sudah roboh dia,” tuturnya.

Mulyadi yang berada tidak jauh dari lokasi langsung menghampiri. Ia mengatakan kondisi rekannya ketika ditemukan sudah menunjukkan tanda-tanda serius.

“Kulihat sudah berubah, mata sudah ke atas cuman keliatan yang putihnya, terus tangan kaku,” katanya.

Meski kondisinya memburuk, Ahmad Rizani saat itu masih dalam keadaan sadar dan sempat menolak dibawa ke rumah sakit. Upaya evakuasi akhirnya dilakukan setelah Mulyadi meminta bantuan kendaraan PLN yang berada di sekitar lokasi.

“Orangnya masih sadar, tapi tidak mau dibawa ke rumah sakit. Kebetulan ada mobil PLN habis membenahi tiang, nah kami minta tolong diantar ke rumah sakit,” tambahnya.

Almarhum kemudian mendapatkan penanganan medis dan harus menjalani perawatan selama enam hari. Mulyadi menyebut, rekannya tersebut sebelumnya berada di tengah kepungan asap saat proses pemadaman berlangsung.

“Memang terpapar asap, apinya pas besar dan kebetulan asapnya arah ke jalan waktu kejadian. Tensinya saya dengar kemarin sampai 250,” bebernya.

Sebelum kejadian, kondisi fisik Ahmad Rizani sebenarnya sudah sempat dikeluhkan. Mulyadi mengaku pernah meminta agar rekannya tersebut beristirahat dan tidak memaksakan diri mengikuti proses pemadaman.

“Sudah berapa hari rasanya kalau berjalan itu gisit (kaku) kakinya. Saya bilang jangan dipaksakan. Tapi almarhum ini konsekuen, mentalnya kuat orangnya,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan di rumah kediaman almarhum Jalan Mendawai VI, Kota Palangka Raya, Kamis (27/8/2026), jenazah masih berada di rumah duka dan pihak keluarga masih menunggu informasi terkait jadwal prosesi pemakaman. dte-red

 

-
-
-