-
Hukrim

Dedikasi Padamkan Karhutla Berujung Duka

144
×

Dedikasi Padamkan Karhutla Berujung Duka

Sebarkan artikel ini

Relawan TSAK Ahmad Rizani Dimakamkan

BERDUKA- Suasana pemakaman relawan TSAK Ahmad Rizani di Kompleks Pemakaman Jalan Bangaris, Jumat (28/8/2026) siang. FOTO: DIRMAN TIO
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Suasana duka menyelimuti pemakaman Ahmad Rizani (53), relawan Tim Serbu Api Karhutla (TSAK) yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Almarhum dimakamkan di kawasan Jalan Karanggan, Kompleks Bangaris pada Jumat (28/8/2026) siang.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disalatkan di Masjid Al Falah, Jalan Tjilik Riwut Km 1, Palangka Raya. Kepergian Ahmad meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, maupun rekan-rekan sesama relawan yang selama ini mengenal sosoknya sebagai pribadi yang aktif dalam kegiatan sosial dan penanganan kebakaran.

Istri almarhum, Wahidah, mengatakan, suaminya telah menjadi relawan selama bertahun-tahun. Keterlibatan Ahmad dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu pemadaman kebakaran, bahkan telah dilakukan sejak dirinya dipercaya menjadi Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.

Menurut Wahidah, kondisi kesehatan Ahmad mulai menurun setelah mengeluhkan sesak napas pada Sabtu (22/8/2026) siang. Meski dalam kondisi kurang sehat, Ahmad masih berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebagai ketua tim dan ikut dalam kegiatan pemadaman.

“Keluhan sesak napas itu disampaikan hari Sabtu siang. Setelah itu dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan dirawat di rumah sakit,” katanya.

Pada malam pertama menjalani perawatan, Ahmad masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Namun, kondisi kesehatannya kemudian terus menurun hingga pada hari berikutnya sudah tidak dapat berbicara.

Wahidah menyampaikan, berdasarkan keterangan dokter, Ahmad mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala. Kondisinya cukup serius sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.

Semasa hidupnya, Ahmad Rizani dikenal keluarga sebagai sosok yang baik, peduli dan memiliki perhatian besar terhadap kegiatan sosial di tengah masyarakat. Dedikasinya sebagai relawan pemadam juga telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Almarhum meninggalkan empat orang anak, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah, Pemerintah Kota Palangka Raya serta pihak rumah sakit yang telah memberikan perhatian dan penanganan selama almarhum menjalani perawatan.

Wahidah mengungkapkan, seluruh bantuan dan penanganan yang diberikan kepada suaminya selama masa perawatan telah dilakukan secara maksimal. Bahkan, biaya perawatan almarhum turut ditanggung oleh pemerintah.

“Kalau kami dari keluarga lebih banyak berterima kasih karena biaya-biaya juga sudah ditanggung oleh pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin turut hadir melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Kita mendoakan mudah-mudahan almarhum amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Amin. Kemudian keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan selalu,” ujarnya saat dirumah duka, kamis (27/8/2026) sore.

Fairid menjelaskan, kedatangannya selain untuk menyampaikan belasungkawa juga sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi Ahmad sebagai relawan TSAK yang selama ini turut membantu pemerintah dalam penanganan karhutla.

“Hari ini saya datang untuk melayat, karena beliau ini merupakan salah satu relawan TSAK, relawan pemadam yang sudah bekerja semaksimal mungkin dan mendedikasikan dirinya untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan, sampai akhirnya beliau tumbang dan meninggal dunia,” jelasnya.

Fairid mengaku mengenal keluarga almarhum. Menurutnya, Ahmad memang memiliki riwayat penyakit bawaan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap membantu dalam penanganan karhutla.

“Kebetulan saya mengenal keluarga korban. Jadi saya juga cukup mengenal beliau. Memang beliau memiliki riwayat penyakit bawaan. Namun, beliau tetap menunjukkan dedikasi yang luar biasa sebagai relawan dalam membantu pemadaman karhutla,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Fairid kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di tengah meningkatnya kejadian karhutla di Kota Palangka Raya.

Ia menegaskan, kondisi di lapangan menunjukkan para petugas dan relawan harus bekerja keras menghadapi kebakaran yang terjadi. Mereka bahkan dapat bekerja sejak pagi hingga malam untuk melakukan penanganan.

“Dukungan dari masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi karhutla yang meningkat. Masyarakat bukan hanya membantu dalam pemadaman, tetapi juga dapat membantu melakukan pengawasan terhadap lingkungan dan lahannya masing-masing,” pungkasnya. dte

-
-
-