-
Ekobis

Siasati Anak Untuk Makan Ikan-Lounching 8 Agustus 2026, Abon Ikan “Nenek” Sudah Di Gandrungi Pembeli 

136
×

Siasati Anak Untuk Makan Ikan-Lounching 8 Agustus 2026, Abon Ikan “Nenek” Sudah Di Gandrungi Pembeli 

Sebarkan artikel ini
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID  – Bisnis abon ikan merupakan usaha yang sangat menjanjikan seperti yang dilakukan oleh Kepala bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat, Nurliani, sejak 8 Agustus 2026, memulai usaha dengan meluncurkan Abon ikan cap ” Nenek”, dimana abon olahnya terbuat dari ikan haruan segar.

Ikan haruan (atau dikenal secara nasional sebagai ikan gabus) mengandung kaya akan protein dan kandungan albumin tinggi yang sangat baik untuk tubuh. Khasiat utamanya adalah mempercepat pemulihan jaringan tubuh, menjaga cairan dalam darah, serta meningkatkan tenaga.

Nurliani menyampaikan, ketertarikannya menjalankan bisnis Olahan ikan haruan (Ikan Gabus) salah satunya adalah turut serta mengkampanyekan kepada masyarakat untuk selalu makan ikan, dan abon ikan olahannya pun banyak digemari oleh anak anak dan orang dewasa atau lansia

Karena lanjut Nurliani, ikan haruan merupakan jenis ikan yang banyak mengandung protein tinggi, dimana gizi yang terkandung dalam ikan haruan mampu menyehatkan orang dewasa dan mencerdaskan anak anak.

“Alhamdulillah abon ikan haruan cap” Nenek ” sudah banyak diminati, dalam seminggu saya produksi 2 kali, untuk saat ini masih skala rumahan dulu, dan saya yang mengolahnya sendiri, dalam satu kali produksi membutuhkan 10 kg ikan haruan, setelah diolah menjadi abon hanya dapat 5 kg saja, begitu produksi selesai dan saya posting untuk penjualannya tidak sampai 3 jam sudah habis,” ujar Nurliani kepada Tabengan, Kamis (27/8 /2026).

Nurliani mengakui omzet penjualan dari setiap produksi mencapai Rp 500.000 hingga Rp 1 juta rupiah, meski belum stabil, tetapi diyakini bisnis abon ikan ini sangat menjanjikan dan banyak peminatnya. Dimana abon ikan cap ” Nenek” ada dua varian rasa yakni original dan rasa pedas.

“Untuk saat ini  masih skala rumahan, tetapi kedepannya akan produksi dalam jumlah yang lebih besar, Karena sudah  ada  permintaan dari luar pulau,seperti dari Subang dan Bekasi, bahkan Palangka Raya pun sudah banyak peminatnya, saat ini saya masih berproses seperti  persiapan packing biar layak untuk dikirim ke luar pulau, termasuk untuk ijin usaha pun masih saya urus di Disperindag,” ujar Nurliani.

Lanjutnya, dalam pengolahannya tidak ada bumbu khusus, bahan dasar ikan haruan harus dalam kondisi masih segar, kemudian diberi rempah rempah yang mudah di dapat.

“Untuk harga Abon Ikan cap ” Nenek” ini insyaallah masih sangat terjangkau,” ujarnya (yulia /jsi-red)

 

-
-
-