-
Hukrim

Kobar 603 Hotspot, Terbakar 1.573,42 hektare

142
×

Kobar 603 Hotspot, Terbakar 1.573,42 hektare

Sebarkan artikel ini
SUMBANG ASAP-Karhutla di Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, Kobar. FOTO TIM RELAWAN
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat, hingga 3 September 2026, ada 603 titik panas. Penyumbang terbanyak dari Kecamatan Arut Selatan dengan 374 hotspot, sementara pada bulan Agustus ada 883 hotspot untuk wilayah Kecamatan Arut Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, melalui Plt Kepala Bidang kedaruratan dan logistik Andhan Santana menyampaikan, dari enam kecamatan se-Kobar, Kecamatan Arut Selatan paling banyak muncul titik api, sementara untuk Kecamatan Arut Utara ada 34 hotspot, Kotawaringin Lama 34 hotspot, Kumai 121 hotspot, Pangkalan Banteng 29 hotspot dan Kecamatan Pangkalan Lada 11 hotspot.

“Bulan September ini hingga tanggal 3 ada 603 hotspot, sementara di bulan Agustus mencapai 1.271 hotspot. Untuk lahan yang terbakar di bulan September ini 43 hektare, dan pada bulan Agustus lahan yang terbakar mencapai 1.573,42 hektare,” ujar Andhan Santana, Kamis (3/9/2026).

Diakuinya, kondisi titik api saat ini mulai landai, tim Satgas Karhutla melanjutkan penanganan di lokasi yang telah terbakar, sebab pada saat penanganan telah padam namun akibat angin kencang kemudian di lokasi tersebut muncul kembali titik api.

“Secara umum kejadian karhutla di Kobar untuk titik baru sudah tidak ada, akan tetapi saat ini tim Satgas Fokus Penanganan di Km 15 jalan penghubung Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) dan juga penanganan di Desa Tanjung Putri, meski api mulai terkendali tapi kami tetap ulangi penanganan sampai benar-benar api padam,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama penanganan karhutla, tim Satgas dihadapi dengan kendala angin kencang, sehingga pada saat api masih berkobar secara tiba- tiba api meluas dan kepulan asap mengepung tim. Selain itu, kendala lain minimnya air, sehingga tim pada saat penanganan harus mencari sumber air, sementara lokasi karhutla berada di dalam sehingga armada sulit menjangkau titik api.

“Kendala sesulit apapun tidak membuat tim mundur, begitu dapat laporan langsung tindak lanjuti. Kendala di lapangan dapat teratasi berkat kolaborasi yang solid antar tim, semoga karhutla di wilayah kita segera berakhir,” kata Andhan. uli/jsi-red

 

-
-
-