-
Spirit Kalteng

Pekerja Ilegal Barsel Dipulangkan dari Malaysia, Konflik Houthi di Arab Saudi, Jemaah Umrah Kotim Tetap Sehat

97
×

Pekerja Ilegal Barsel Dipulangkan dari Malaysia, Konflik Houthi di Arab Saudi, Jemaah Umrah Kotim Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini
JALUR ILEGAL-Pekerja asal Desa Dangka, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan dipulangkan ke daerah asalnya setelah sempat ditahan di Malaysia.FOTO TABENGAN/LISMUDI
-

BUNTOK/TABENGAN.CO.ID – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) MW (43), asal Desa Dangka, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan dipulangkan ke daerah asalnya dan sempat ditahan di Malaysia karena bekerja melalui jalur nonprosedural (ilegal).

Pemulangan MW difasilitasi Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Wilayah Kalimantan Selatan–Kalimantan Tengah (Kalselteng)  yang berkantor di Banjarbaru, dan kerja sama dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Barsel, pihak kecamatan, Pemerintah Desa Dangka dan Polsek Dusun Selatan.

Perwakilan BP3MI Kalsel-Teng, Mahyudi Noor, menjelaskan MW pertama kali berupaya berangkat ke luar negeri pada 2024. Saat itu, ia berangkat ke Jakarta untuk mengurus paspor sebelum mencoba berangkat ke Malaysia.

“Kronologis awalnya ibu ini berangkat dari tahun 2024. Berangkat ke Jakarta, melanjutkan pembuatan paspor di Jakarta. Berangkat pertama itu dia gagal. Setelah gagal, satu tahun paspor tidak digunakan,” ujar Mahyudi Noor, baru-baru ini.

MW kemudian kembali berangkat melalui agen yang berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia. MW memang menggunakan paspor sebagai dokumen perjalanan untuk masuk ke Malaysia, namun tidak memiliki dokumen pendukung ketenagakerjaan yang diwajibkan, termasuk perjanjian kerja.

“MW tidak melengkapi persyartan apapun dan sudah bekerja di Malaysia kurang lebih enam bulan di salah satu kedai atau warung kecil. Karena di sana ada razia penertiban tenaga kerja asing, maka ibu ini tertangkap dan dibawa ke depot imigrasi di sana,” kata Mahyudi.

MW kemudian menjalani penahanan selama sekitar enam bulan di depot imigrasi Malaysia karena status keberangkatannya tidak sesuai prosedur, dan setelah mendapatkan percepatan proses dan remisi selama dua bulan, MW akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

Mahyudi mengatakan, BP3MI segera menindaklanjuti informasi pemulangan tersebut setelah menerima pemberitahuan dari pemerintah pusat. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah dan aparat terkait hingga MW dapat kembali ke daerah asal.

“Kami sudah terhubung Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Barsel Plt. Akhmad Haitami, Kecamatan Dusun Selatan Achmad Mutahir, Kepala Desa Dangka Barianus Nedi maupun Kapolsek Dusun Selatan IPTU Sugito, Jadi semua sudah komplit,” katanya.

Camat Dusun Selatan, Achmad Mutahir mengimbau, masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar tidak tergiur tawaran agen yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa melalui prosedur resmi, sebaiknya PMI berkonsultasi terlebih dahulu dengan instansi pemerintah sebelum menentukan keberangkatan.

Konflik Arab Saudi, Jemaah Kotim Sehat

Di tengah situasi konflik Houthi yang terjadi di kawasan Arab Saudi dan sekitarnya, jemaah umrah dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, yang berangkat melalui dua biro perjalanan umrah terdaftar di daerah itu, dipastikan dalam kondisi sehat dan masih menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kotim, Tiariyanto mengatakan berdasarkan informasi dan konfirmasi yang diterima, jemaah dari kedua biro perjalanan tersebut saat ini berada di Mekkah, Arab Saudi. Hingga kini, kondisi mereka dilaporkan sehat dan jadwal kepulangan masih sesuai rencana.

“Ada dua travel umrah yang terdaftar di Kotim dan melaporkan keberangkatan jemaahnya, yakni PT DHS dan PT Arronuna Internasional Mandiri. Keduanya berkantor pusat di Sampit,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Tiariyanto menjelaskan, pihaknya telah mengonfirmasi keberadaan serta kondisi jemaah melalui informasi yang disampaikan pihak travel. Hasil konfirmasi tersebut menyebutkan bahwa seluruh jemaah yang dilaporkan masih melaksanakan ibadah di Mekkah.

Selain kondisi jemaah, informasi mengenai jadwal kepulangan juga telah dikonfirmasi. Hingga saat ini, jadwal tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Meski demikian, perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian, terutama bagi jemaah yang sedang melaksanakan ibadah maupun keluarga mereka di daerah asal.

Kementerian Haji dan Umrah Kotim mengandalkan informasi dari penyelenggara perjalanan umrah yang melaporkan keberangkatan jemaahnya untuk mengetahui kondisi terkini. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi melalui sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

“Berdasarkan konfirmasi terakhir yang diterima, jemaah dari PT DHS dan PT Arronuna Internasional Mandiri masih berada di Mekkah dalam kondisi sehat, sementara jadwal kepulangan mereka belum mengalami perubahan,” pungkasnya. lis/dre/may/jsi-red

 

-
-
-