-
DPRD PALANGKA RAYA

Pekerja Lapangan Terpapar Asap, Erlan Dorong Optimalisasi BPJS Ketenagakerjaan

50
×

Pekerja Lapangan Terpapar Asap, Erlan Dorong Optimalisasi BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II Erlan Audri. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pekerja lapangan tidak terkecuali pengemudi ojek online (ojol), tetap harus berjibaku di jalan demi memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini membuat mereka rentan terpapar asap yang dapat mengganggu kesehatan sekaligus membahayakan keselamatan saat berkendara.

Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Erlan Audri, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap perlindungan pekerja lapangan, khususnya pengemudi ojol yang harus beraktivitas di tengah kualitas udara yang memburuk.

Menurutnya, paparan asap selama berjam-jam berisiko memicu iritasi mata, batuk, hingga gangguan pernapasan. Selain berdampak pada kesehatan, kondisi tersebut juga dapat mengurangi konsentrasi pengemudi saat berada di jalan.

“Pengemudi ojol memiliki kondisi kerja yang berbeda dengan pekerja di dalam ruangan. Mereka harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, mengantar penumpang maupun pesanan, serta berada di tengah lalu lintas dengan paparan udara luar secara langsung,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Erlan mendorong optimalisasi layanan BPJS Ketenagakerjaan serta fasilitas kesehatan agar pekerja yang terdampak bisa memperoleh perlindungan dan penanganan medis dengan mudah. Informasi mengenai manfaat jaminan, prosedur layanan, dan pembiayaan juga perlu disampaikan secara jelas.

“Kami mendorong pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan perlindungan pekerja informal yang rentan terdampak bencana kabut asap,” tambahnya.

Ia juga Zeminta pemerintah memperkuat edukasi mengenai risiko paparan asap, menyampaikan informasi kualitas udara, serta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara tidak sehat.

Erlan berharap pemerintah kota, BPJS Ketenagakerjaan, dan fasilitas kesehatan dapat berkoordinasi untuk memastikan pengemudi ojol serta pekerja lapangan lainnya mendapat dukungan yang memadai.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman api dan pemulihan kualitas udara. Perlindungan kesehatan masyarakat yang tetap harus bekerja di tengah kabut asap juga perlu menjadi perhatian. nws/fwa-red

 

-
-
-